Sabtu, 19 Desember 2009
Mabrur_3B_Komentar
Mengomentari tulisan diatas, saya berpendapat bahwakelompok yang berparadigma konservatif itu tidak menutup adanya pemikiran baru dalam suatu kajian permasalahan. Namun, dalam faktanya bahwa metode untuk berijtihad tersebut telah berjalan sangat baik dengan menggunakan metode-metode ulama konservatif. Karena dalam menyelesaikan persoalan social dengan cara agama (baca; islam) harus dilakukan pula oleh kelompok yang menguasai dan memahami nilai-nilai keagamaan tersebut. Dibandingkan dengan orang-orang terdahulu sebelum kita, mereka memiliki nilai keislaman yang kokoh. Coba kita bandingkan dengan umat Islam saat ini? Apakah kita temukan adanya solidaritas antar umat beragama Islam tatkala saudaranya didiskriminasi oleh kelompok yang tak manusiawi? Maka dari itu pemikiran para ‘Ulama konservatif lebih baik jika dibandingkan dengan ulama modernis saat ini. Untuk masalah-masalah yang bersifat baru dapat dilakukan cara Qiyas dan apabila belum juga mendapatkan final permasalahan, maka dilakukanlah ijma’ para ‘Ulama. Itu bukan suatu metode penyelesaian masalah yang ringkas ataupun tidak berbobot, melainkan ada beberapa statemen penyelesaian yangperlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi umat.
Typical umat saat ini sulit untuk menggunakan pemahaman moderat tapi menurut kami cara yang akan lebih baik adalah dengan mengenalkan kemajuan ilmu pangetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini dengan menjelaskan manfaat kegunaan ilmu sains tersebut untuk kemajuan umat Islam kepada kelompok konservatif (baca;pesantren). Yang kami ketahui mengenai tanggapan kelompok konservatif adalah bukannya mereka tak menginginkan merasakan kegunaan kemajuan dalam bidang sains, namun sarana dan prasarana serta pengenalan hasil ilmu sains tersebut kurang didapatkan.
Kita sebut saja Pesantren Modern yang berada dalam naungan sebuah Yayasan yang notabenenya memiliki perlindungan hukum dari pemerintah. Tapi yang dikhawatirkan oleh kalangan konservatif (baca;pesantren tradisionil) adalah penekanan pola pembelajaran Barat yang perlahan-perlahan mengurangi jam pembelajaran bidang ilmu keagamaan dan menambah jam pelajaran untuk ilmu-ilmu umum lainnya. Dari segi budaya pun lambat laun sudah hilang dari permukaan, mungkin kita telah menyaksikan adanya Parade Band disebuah lembaga yang beratas namakan Islam. Kemudian dari cara berpakaian dan berperilaku pun lambat laun budaya Barat telah mengikis kultur Islam yang sesuai dengan ajaran Islam.
Secara ringkasnya, pesantren-pesantren tradisionil tersebut tak ingin adanya bentuk pengekangan dari pihak pemerintah yang terintimidasi oleh kepentingan orang-orang Barat untuk merusak Islam secara perlahan. Apakah Islam harus diatur oleh sebuah tatanan Negara? Bukankah dengan itu semua Islam semakin berkurang posisinya dimata umat Islam sebagai agama yang didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia?
Saya sendiri yag sekarang berdomisili di sebuah pesantren tradisionil mendapatkan pengajaran dari guru saya bahwa “tujuan adanya pesantren salafy adalah untuk menjaga tradisi para Ulama terdahulu danmengambil sesuatu hal yang baru yang lebih bermaslahat” dari pernyataan tersebut saya berpendapat bahwa golongan yang sangat fanatisme terhadap perkembangan zaman adalah golongan yang tidak mencermati teori ushul fiqih tersebut yang keluar dari ulama terdahulu.
Jika kita pernah mendengar Pondok Pesantren Manonjaya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, kita akan menemukan kurikulum sebuah pesantren yang telah kompleks dan sistematis tanpa mengacuhkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu dikarenakan telah diadakannya pengenalan manfaat dari menggunakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum untuk kemaslahatan umat Islam. Sehingga terciptanya Pesantren dengan basic “Salafy Technology”.
Semoga saja polemic umat islam tidak terus berlanjut dan menimbulkan perselisihan bahkan peperangan. Na’udzubillahi min dzaalik.
Wallahu a’lam bil shawab.
Selasa, 15 Desember 2009
mabrur_tugas 3
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]
Gejala dan komplikasi
Gejala-gejala utama AIDS.
Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.
Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.
Rabu, 09 Desember 2009
Tips 2 hari ketiga
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila alat pengaman “kondom” terus di publikasikan ke halayak banyak melalui segala media dengan embel-embel mencegah HIV/AIDS, apa jadinya dengan: a) moralitas masyarakat yang melihat promo kondom tersebut khususnya bagi anak-anak dan remaja, b) bertambahnya jumlah masyarakat yang melakukan free sex, c) akan munculnya presepsi masyarakat bahwa free sex sah-sah saja asal menggunakan kondom, d) meningkatnya tempat prostitusi dan kuantitas PSK, e) kebudayaan Indonesia yang menekankan kepada norma kesopanan.
“ Apa akibatnya bila moral masyarakat Indonesia sudah seperti hewan?” Jawab: peraturan Negara tak akan berguna dan dilaksanakan serta banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran asusila.
“ Apa akibatnya bila kuantitas pengguna free sex semakin banyak?” Jawab: semakin banyak penderita HIV/AIDS dan keutuhan Negara akan hancur dengan sendirinya.
“ Apa akibatnya bila free sex sudah dianggap halal?” Jawab: akan maraknya keluarga yang tak utuh dan hilangnya norma-norma yang menjadi esensi Negara Indonesia.
“ Apa akibatnya bila sarana dan prasarana prostitusi semakin meraja lela?” Jawab: akan semakin sedikit masyarakat yang datang ke tempat peribadatan untuk melaksanakan ritual ibadah, dan norma agama sudah tak diperhitungkan lagi.
“ Apa akibatnya bila norma Indonesia tak jauh berbeda dengan budaya Barat?” Jawab: maka tak akan ada lagi keteraturan kehidupan layaknya pada zaman jahiliyah yang lebih pada paham hedonisme.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
HIV/AIDS tak bisa di cegah
Kenapa HIV/AIDS tak bisa di cegah? Jawab: karena HIV/AIDS virus yang di sebabkan oleh sering gunta-gantinya pasangan dalam berhubungan intim.
Kenapa sering terjadinya gunta-ganti pasangan dalam berhubungan intim? Jawab: Karena dorongan dari lingkungan yang menyediakan sarana dan prasarana prostitusi.
Kenapa sarana dan prasarana prostitusi semakin bertambah? Jawab: karena moralitas manusia yang telah lebih menekankan pada hedonisme; kenikmatan adalah segala-galanya.
Kenapa manusia banyak yang menganut paham hedonisme/ Jawab: karena manusia banyak yang menjauhkan diri dari agama, sehingga nafsu yang menjadi segala-galanya.
Kenapa nafsu dapat menjadi prioritas utama manusia? Jawab: karena manusia sudah tidak menggunakan akal pikirannya dalam menilai sesuatu.
Selasa, 08 Desember 2009
tips 2 hari kedua
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku ketagihan internet, apa jadinya dengan: a) waktu untuk belajar, b) uang bekalku selama satu bulan, c) kepercayaan orang tua kepadaku terhadap uang bekal, d) waktu untuk bersosialisasi dengan teman satu asrama, e) eksistensiku di asrama.
“ Apa akibatnya bila waktu belajarku berkurang?” Jawab: aku akan semakin bodoh dan ketertinggalan dalam panguasaan ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku berlaku boros?” Jawab: aku akan memiliki banyak hutang untuk menutupi segala kekurangan biaya hidupku.
“ Apa akibatnya bila aku sudah tidak memberikanku bekal untuk hidupku di asrama?” Jawab: sengsaralah diriku.
“ Apa akibatnya bila aku kurang akrab dengan teman-teman asramaku?” Jawab: sulit untukku meminta bantuan dan aku akan merasa orang asing yang terkucilkan.
“ Apa akibatnya bila aku eksistensiku di asrama sudah tak dihiraukan lagi?” Jawab: aku tidak akan betah tinggal di asrama dan meski aku sakit sekalipun, tak akan ada yang akan memperhatikanku.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku ketagihan internet
Kenapa aku bisa ketagihan internet? Jawab: karena internet menyediakan banyak informasi yang aku butuhkan.
Kenapa banyak informasi di internet? Jawab: karena internet memberikan informasi dari seluruh belahan bumi.
Kenapa internet memberikan pelayanan berupa informasi dari segala belahan bumi? Jawab: karena permintaan manusia akan informasi yang terbaru dari segala belahan bumi agar manusia tak ketinggalan zaman.
Kenapa manusia tak ingin ketinggalan zaman? Jawab: karena manusia tak ingin kalah bersaing dengan manusia yang lainnya.
Kenapa manusia selalu bersaing dengan manusia yang lainnya? Jawab: karena manusia memiliki akal pikiran dan juga hawa nafsu yang memotorinya.
tips 2 hari pertama
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku sering bolos mengaji, apa jadinya dengan: a) ilmu agama yang akan didapatkan, b) sikap kiayi terhadapku, c) harapan orang tua, d) harapan masyarakat, e) tanggungjawabku dihadapan Allah SWT.
“ Apa akibatnya bila aku buta akan ilmu agama?” Jawab: Aku akan mengerjakan ibadah dengan sia-sia karena dilaksanakan tanpa ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku tidak mendapatkan ridho dari kiyai?” Jawab: Ilmu agamaku tidak akan bermanfaat.
“ Apa akibatnya bila segala harapan orang tua tak dapat dilaksanakan?” Jawab: Tak akan ada lagi kepercayaan orang tua terhadap diriku.
“ Apa akibatnya bila aku tak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan harapan mereka?” Jawab: Aku hanya akan menjadi sampah masyarakat dan nama baik keluargaku akan tercoreng olehku.
“ Apa akibatnya bila Allah mempertanyakan akan waktu yang aku perbuat selama aku hidup di dunia?” Jawab: Tentu aku tak bisa mengelak dari siksa Allah SWT atas kelalaianku mempergunakan waktu.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku malas untuk mengaji
Kenapa aku malas mengaji? Jawab: karena selalu bangun telat untuk mengaji.
Kenapa aku selalu bangun telat? Jawab: karena aku selalu tidur pukul 1 pagi.
Kenapa tidur tidur pukul 1 pagi? Jawab: Karena selalu banyak teman dikamarku.
Kenapa selalu banyak teman dikamarku? Jawab: karena dikamarku ada televisi.
Kenapa dikamarku ada televisi? Jawab: karena aku memerlukan informasi dan hiburan.
Senin, 30 November 2009
Gundah Di Hari 30-11-2009
Hari ini adalah hari terakhir orang yang hendak melaksanakan ibadah qurban atau udhiyyah yang sering kita sebut sebagai hari tasyrik, tapi di pagi ini seperti biasa aku terbangun dimana mentari telah menyinari seluruh interior bumi.
Aku kembali bangun kesiangan dalam arti kesiangan untuk melaksanakan sholat shubuh. Aku sudah 3 hari berada di kobong, atau asrama pondok pesantren terhitung dari hari sabtu aku berada di kota sukabumi dimana pondok yang aku tempati berada. Tak seperti tahun sebelumnya, aku sekarang kembali ke pesantren satu hari setelah hari raya idul adha atau tanggal 11 dzulhijjah. Tak tahu mengapa tahun ini aku begitu merasakan kejenuhan selama berada dirumahku sendiri. Mungkin pada kali iini biasanya jika aku pulang kampung, aku selalu mengajar ngaji anak-anak santri yang mondok di pondok ayahku. Tapi sekarang mereka telah diberikan guru tetap, sehingga aku tak mengajar lagi. Meskipun sedikit merasa kehilangan, aku merasa bahwa aku sendiri belum mampu untuk memberikan pengajaran yang baik dan pengajaran yang mereka butuhkan. Seringkali mereka mengutarakan kenyamanan mereka selama berada dalam pengajaranku tapi, aku sadar akan kelemahanku dalam segi membaca kitab gundul (kitab yang tak berharkat). Dibanding dengan guru-guru senior lainnya, aku adalah yang paling lemah dari segi penguasaan materi pengajaran meskipun dalam penyampaian aku sudah tidak merasa kaku lagi karena telah terbiasa memberikan pengajaran sewaktu aku menjadi ketua sebuah organisasi kesenian di Tasikmalaya.
Hari itu, maksudku hari saat aku berada di rumah aku lebih sering bersikap tertutup dan dingin. Aku teringat kembali kepada pandangan teman-temanku mengenai aku selama mereka mengenalku. Hal negative yang perlu aku remove adalah sifat keras kepala, memaksakan kehendak sendiri, serta arogan. Aku sangat menyadari segala sifat negative yang kumiliki tersebut, karena itu, aku selama seminggu berada di rumah terus memikirkan bagaimana diriku dapat menghilangkan sifat-sifat negative tersebut kala aku bersosialisasi dengan mereka?
Kekuranganku yang lainnya adalah tak biasa memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan umum saat aku mengajar. Dalam kelas pengajianku saja aku menyukai kepada salah satu muridku, sebut saja dia C. Aku masih saja mencintai dan menilai seseorang dari sesuatu yang tampak indah (material). Aku menyadari jika perhatianku sering kali berbeda kepada C daripada dengan anak-anak yang lainnya.
Jam 12 lebih menuju pukul 13.00 aku menelpon C untuk sekedar menanyakan kabar, paling-paling juga cuma 10 menitan. Tapi pada saat aku membuka percakapan dengan menanyakan kabarnya karena aku tahu jika dia sejak hari jum’at setelah penyembelihan hewan qurban merasa kurang enak badan, mungkin mual melihat daging kambing. Tapi dia lantas mengatakan bahwa dia akan meng-sms bapaknya, padahal kan bisa saja sms sambil menerima telpon!, sahutku dengan nada agak tinggi. Tapi tetap saja dia ingin segera mengakhiri pembicaraan yang baru berlangsung sekitar kurang dari 2 menit itu.
Yah dasar takdir, semua gak ada yang aku dapatkan dari apa yang aku inginkan,. Mungkin aku kurang bersyukur saja. Tapi aku terkadang bertanya dalam kalbuku sendiri, “Apakah dapat disebut cinta jika menggebu-gebu mendapatkannya dan menelantarkannya saat cinta itu telah didapatkan?” aduh pusing banget mikirin hal seperti itu, seperti gak ada kerjaan saja. Tapi emang mesti digimanain lagi? Toh rasa cinta itu terkadang menjadi spirit untuk hidup dan terkadang menjadi sebuah virus yang dapat membunuh seluruh umat manusia. Dengan cinta, seorang raja dapat menjadi hamba, seorang yang kaya raya dapat merelakan seluruh hartanya hingga ia jatuh miskin hanya gara-gara cintrong, orang pandai pun dapat terlihat bodoh manakala ia berjuang melakukan apapun untuk meraih apa yang ia yakini dari teoti cinta kuadrat, dan manusia rela mati demi mendapatkan cintanya.
Cerita pengorbanan untuk mendapatkan cinta memang sudah menjadi tradisi dari zaman nenek moyang kita dulu. Coba kita ingat kembali cerita Kakang Sangkuriang yang mengerahkan tenaganya dengan dibantu oleh para jin untuk membendung sungai citarum dan membuat kapal yang besar demi mendapatkan cinta Nyai Dewi Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendiri, kemudian romeo yang rela bunuh diri untuk menemui Teteh Juliet yang telah mati, (emangnya kalo mati bakal ketemu lagi,,,..? dasar cerita yang aneh).
Tapi pengorbanan untuk mendapatkan cinta yang pernah aku lakukan adalah membuat syair-syair puisi untuk dikirimkan pada “Si Cayank” via surat maupun via sms. Yang lebih membuat aku tersenyum saat mengingatnya adalah saat aku menelfon “Si Cayang” dan menembaknya dengan menyanyikan sebuah lagu yang mengungkapkan isi hatiku. Untung saja gak ada yang nyawerin saat aku nyanyi, kalo ada bisa gawat tuh,. Managementku bisa protes jika mengetahui ada konser diluar kontrak,..!!! hee…. Gubrak!!!!!
Yang penting pengorbanan yang gak susah adalah pengorbanan menjadi kaum dhuafa yakni memelas belas kasihan agar mendapatkan cinta, meskipun hina tapi itu hemat biaya lho,..!!! selamat mencoba aja..
Up’s ko jadi malah promo cinta ya,,.. nanti aku malah saingan lagi ama yang REG-REG-an gitu,….. Cikiciew,….!!!
Nulis cerita kaya gini itu cape banget, tapi daripada kekesalan mabrur di ungkapin dengan hal-hal yang kagak bener lebih baik maen nyoba-nyoba kutak-ketik aja,. (bukan gutak-gitek! Heheheheheh……) kan kata Dosen mabrur Pak Drs. Mulyawan, bahwa untuk latihan menggemari menulis adalah menulis apapun yang sedang terjadi terhadap dirimu, meslipun tulisannya kagak nyambung sama sekali yang penting ada niat untuk mengekspresikan kondisi jiwa melalui tulisan. Kali aja kedepannya bisa menulis sesuatu yang berguna bagi halayak banyak.
Menulis bertemakan Cinta itu gak ada habisnya kalo dibuat syair, puisi, prosa, lagu, maupun sinetron. Yang jelas tema cinta akan terhenti dengan sendirinya kala di bumi tak ada lagi peradaban manusia. Dan akan berlanjut pada cinta yang kekal dan hakiki, saat kita memasuki kawasan “Dimensi Cinta Tuhan” yang kita belum pernah merasakannya kecuali jika kita sudah mati nanti.
Semoga gundah hatiku pada hari ini adalah gundahku yang selalu mencari celah untuk mendapatkan cintaMu, Wahai Tuhanku.
Rabu, 25 November 2009
tips Mabrur347
Hari ini adalah hari selasa tanggal 24 November, seperti biasa hari-hariku di awali dengan malasnya aku bangun pagi memenuhi panggilan tuhan untuk melaksanakan sholat shubuh. Setelah jarum jam mengarah pas jam 5 pagi, barulah aku membuka mata dan seraya berkata “duh masih gelap gulita gini, mana dingin lagi” tadinya aku ingin melanjutkan tidurku yang tadi nyenyak sekali tapi, ibuku membukakan pintu dan ternyata pagi sudah mengundang mentari untuk turut serta membangunkanku dan sekali lagi mengingatkanku bahwa waktu melaksanakan sholat shubuh hanya beberapa menit lagi.
Sholat shubuh telah selesai dilaksanakan tapi aku masih bingung untuk melakukan apa hari ini di rumah. Kalau di pesantren sudah pasti jam 6 pagi aku berangkat untuk mengaji, tapi jika sedang berada di rumah aku selalu berpikir terlebih dahulu tentang rencana apa yang akan ku perbuat. Sesaat setelah aku sedang asyik-asyiknya berpikir tentang rencanaku untuk menonton PERSIB di stadion Si Jalak Harupat nanti sore, kakakku Zam-zam memanggilku dan menyuruhku untuk mengedit teks khutbah ‘idul adha yang ia dapatkan dari internet untuk aku rapihkan. Awalnya malas sekali, tapi aku malu jika kakakku mengataiku orang yang mesantren tapi tidak berguna sedikitpun. Akhirnya tugas dari kakakku tersebut aku laksanakan meskipun ada sedikit kesulitan yang aku dapati tapi aku terus berusaha.
Meskipun aku hanya dapat mengetik dengan satu tangan saja, yakni dengan tangan kiri, tapi aku yakin meski tangan kiri selalu identik dengan hal-hal yang bernilai negatif, aku selalu percaya Allah lebih mengetahui apa yang aku lakukan terhadap apa-apa yang telah Allah berikan padaku.
Karena manusia itu tak selamanya akan memiliki apa yang ia miliki saat ini, maka dari itu manfaatkanlah segala sesuatu yang Allah telah berikan kepada kita, sebelum Allah mengambil segalanya. Jikalah Ada yang menjual waktu yang telah berlalu untuk diperbaiki, niscaya aku akan membeli waktu tersebut dengan segala yang aku miliki.
Mabrur347 Tips Yang Kedua di hari yang Kedua
Hari ini hari rabu tanggal 25 November seperti biasanya aku kembali terbangun pukul 5 pagi, tapi ada sesuatu yang berkesan pada hati ini, yaitu pada malam harinya aku tidak tidur di rumah melainkan tidur di mesjid, jadi pas aku bangun pukul 5 pagi orang-orang telah selesai melaksanakan sholat shubuh serta wiridan dan hendak melaksanakan pengajian Tafsir Jalallain yang merupakan salah satu tafsir Al-qur’an karangan Jalalluddin As Suyuti dan Jalalluddin Ar rumy. “A gugah!” begitulah suara yang kudengar dari bibir Agus yang merupakan salah satu murid ngajiku pada saat aku berada di rumah.
Awalnya aku sedikit acuh terhadap seruannya, tapi setelah aku teringat bahwa aku tidur di mesjid, seketika itu aku terperanjat dari tidurku yang teramat pulas bahkan alarm handphone pun tak berpengarih sama sekali ditelingaku.
Aku kemudian berlari menuju kamar mandi tanpa pikir panjang lagi karena orang-orang telah berkumpul tepat melingkari aku yang sedang tidur. Aku akhirnya pulang kerumah dengan ngos-ngosan, ibuku bertanya mengenai keadaanku yang seperti dikejar hansip karena maling mangga tetangga sebelah. Aku menceritakan kejadian yang sebenarnya pada ibuku, lantas ibu bertanya kepadaku “udah sholat shubuhnya?” kemudian aku jawab “belum Bu”. Ibu lantas menjibir telingaku hingga merah sambil berkata “tidur di mesjid saja masih kesiangan apalagi dirumah!”
Hari ini aku sangat malu, jengkel, dan lelah. Kenapa juga mata ini sulit membukakan matanya untuk beribadah di waktu shubuh ? Mengapa telinga ini juga tidak mendengar sedikitpun suara adzan yang menggema sangat kerasnya dimesjid?
Apakah Allah sudah tidak mempedulikanku lagi?
Apakah mata hatiku telah bua lagi mengeras bagai batu?
Astaghfirullahal’adzim dengan sendirinya aku ucapkan dari bibir yang sangat sedikit mengingat-Mu dengan memuji dan mensucikan-Nya.
Banyak dosa dapat berindikasi hati mengeras, buta, dan tak dihiraukan oleh Allah dengan teguran dan peringatan-Nya.
Banyak beristighfar dan meminta ma’af adalah sesuatu kebajikan yang tak ternilai harganya.
Minggu, 22 November 2009
Beruntungnya seorang wanita
Beruntungnya seorang wanita yg ada rahim ini ialah dia
bekerja dengan Tuhan... jadi 'kilang' manusia.
Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh... 7
hingga 15 hari sebulan dia tak wajib sembahyang
tetapi Allah anggap diwaktu itu sembahyang terbaik
darinya.
Cuti bersalin juga sehingga 60 hari. Cuti ini bukan
cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia
bekerja dengan Allah. Orang lelaki tak ada cuti dari
sembahyang... sembahyang wajib baginya dari baligh
sehingga habis nyawanya.
Satu lagi berita gembira untuk wanita, sepanjang dia
mengandung Allah sentiasa mengampuni dosanya, lahir
saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan
yana diberikan kepada wanita, jadi kenapa perlu takut untuk
punya anak? marilah kita pegang kepada tali Allah.
Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu
dianggap mati syahid, Allah izinkan terus masuk Syurga.
Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi
Allah beri kelonggaran siksa kubur.
Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh
kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat pahala tetapi
dosa-dosa suami dia tak tanggung.
Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan
terperanjat dengan pahala ekstra yang banyak dia terima
diatas segala kebaikan suaminya yang tak disadari.
Bila dia lihat suaminya tengah terengah-engah di
titian Sirat dia tak mau masuk syuga tanpa suaminya,
jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk
lepas masuk syurga.
Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh
bantu tambah lagi di akhirat. Kalau seorang isteri
asyik merungut, mulut selalu muncung terhadap suami
dia tak akan dapat pahala ekstra ini.
Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat
didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa anak isteri
yang tak dididik dia akan tanggung ditambah lagi
dengan dosa-dosa yang lain.
Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan
syariat Allah agar tidak durhaka denganNya.
Buunnddaa,, Akkuu IInnggiinn Meenniikkaahh
Seketika mata tua itu berbinar senang seraya menatap anak laki-lakinya. Terlintas di pikirannya, gubuk kecil ini akan penuh dengan limpahan kebahagiaan. Ditemankan seorang gadis cantik yang kelak menjadi menantunya, hingga terbayang pula celoteh, canda dan tawa cucu-cucu yang memenuhi setiap sudut rumah. Ditatapnya kembali pemuda tanggung yang berdiri dengan gagah di depannya. Ia telah tumbuh besar, bukan lagi bocah kecil yang dulu sering dijewer telinganya saat nakal. Tak pula sepotong kue yang disodorkan akan membuatnya menghentikan tangisan. Bocah ingusan itu telah dewasa, bahkan terlihat lebih dewasa dari usianya. Sorot matanya yang tajam laksana elang, rahang kukuh dan ditumbuhi cambang, serta tubuh yang tegap bagaikan prajurit yang tak sabar menanti genderang perang ditabuhkan. Seakan tak percaya pada sekian waktu yang telah berlalu, tangan yang telah keriput dimakan usia itu bergerak perlahan menyentuh wajah di hadapannya. Lalu dielusnya dengan lembut, penuh dengan selaksa cinta. Paras wajahnya mewarisi ketampanan asy Syahid suaminya tercinta. Ia memang telah dewasa, dan saatnya telah tiba untuk menikah. Hati kecilnya bergumam bahagia.
Sepekan pun berlalu dalam guliran usia dan waktu. Seiiring itu pula, alunan bacaan al Qur'an semakin terdengar merdu dan syahdu. Hampir setiap saat, lelaki itu selalu bersama mushaf al Qur'an kecil yang tak pernah jauh dari sisinya. Menjelang saat pernikahan, ia memang semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ibadah wajib bahkan sunat pun tampak semakin khusyuk dilakukan. Saat ini, pemuda itu kembali berdiri di hadapan ibunda tercinta. Ia semakin tampan, wajahnya tampak bercahaya, gagah walaupun tanpa mengenakan pakaian pesta seperti layaknya mempelai yang akan menikah. Ia tersenyum, sedikit menganggukkan kepala lalu memeluk dengan penuh kasih sayang wanita yang melahirkannya. Pelukannya lambat laun semakin erat, bagaikan sebuah salam perpisahan. Ibunda pun menangis. Isakannya terdengar saling memburu dan membasahi kafeyah. Mata hatinya sebagai seorang ibu, telah menerka makna pernikahan sesungguhnya yang diinginkan buah hati tercinta. Sekelebat kebahagiaan yang terlintas beberapa hari lalu di pikirannya, semata-mata hanyalah pelipur lara bagi fitrahnya sebagai seorang ibunda. Pemuda yang lahir dari rahimnya, dibuai dan telah dibesarkan ini bukanlah miliknya, tapi milik zamannya. Kini anak panah itu telah siap meluncur dari busur. Pedang siap terayun menebas musuh, butir peluru pun siap ditembakkan dan melaju. Untaian do'a, baluran cinta dan alunan senandung jihad yang senantiasa menemani lelap tidur anaknya telah menjelma dalam setiap helaian nafas dan butiran darah. Hidup bagi seorang laki-laki sejati di bumi al Aqsa hanyalah perjuangan yang tak pernah padam, mengusir zionis jahanam, laknatuLlah.
Dilepaskannya kepergian buah hati tercinta dengan ikhlas, penuh keridhaan dan iringan do'a. Tak ada lagi tangis, apalagi sedu sedan dari sudut mata tuanya. Hanya tatapan kasih saying dan senyum kebanggaan.9
Sang pemuda pun melangkah dengan penuh keyakinan menuju gerbang pernikahan yang dihiasi mahligai cinta. Mahar yang akan diberikan pun telah siap di balik baju, melilit sekujur tubuhnya. Malam itu, hanya sepenggal bulan bergelayut diawan. Angin berhembus lirih, burung malam pun enggan bersenda gurau. Senyap dan kelam membalut kesunyian. Pecah... Menggelegar membelah angkasa. Lalu tanah pun merekah oleh suara-suara tapak sepatu bot dan deru mesin pembunuh. Mereka bergerak menuju semburat titik api yang memancar dari Jalur Gaza. Kata makian dan sumpah serapah berhamburan, meracau tak karuan. Wajah-wajah itu berang, marah dan menyeringai bagaikan srigala yang mulutnya masih berlumuran darah. Namun, seorang perempuan yang baru saja selesai menunaikan sholat malamnya tersenyum di sebuah gubuk tua. Diambilnya sebuah mushaf kecil, dan didekapnya dengan selimut kasih sayang. Lembut dibelainya, bagaikan membelai syuhada saat masih bocah. Ia bernyanyi kecil dengan senandung jihad, seraya beringsut menuju sebuah kamar. Perlahan dikuaknya daun pintu kayu agar buah hati tercinta tidak terjaga dari tidur. Dengan kasih sayang lalu diletakkannya di pembaringan, dan ia pun beranjak keluar.
Semerbak... Bau harum menyeruak dan merebak dari kamar syuhada, harum bagaikan khas keharuman sebuah kamar mempelai yang akan mereguk cinta di malam pertama. WaLlahu A'lam bishshawwab.
(Sebuah persembahan cinta untuk para syuhada)
hajian
WAJAHNYA BERSERI-SERI DENGAN ROHMAT DARI ALLOH
2 TANDANYA ORANG BERIMAN = RELA MENEMPUH UJIAN
DALAM HARTANYA BERKORBAN BERKORBAN FI SABILILLAH
3 BERLAYAR KE TANAH MEKAH = RELA MENEMPUH IBADAH
JAUH DARI RUMAH TANGGA KARENA TA’AT PADA ALLOH
4 BAHAGIA MUSLIM MUSLIMAT = MENJALANKAN DENGAN SEKSAMA
RUKUN ISLAM YANG KELIMA PERGI HAJI KE BAITULLOH
5 NEMPUH UDARA DARATAN = MENJAWAB ITU PANGGILAN
RELA DALAM PERJALANAN IKHLAS KARENA YA ALLOH
6 TANAH SUCI TANAH MEKAH = CAHAYA ALLOH MELIMPAH
UNTUNG NASIB DI ANUGRAH BISA SAMPAI BIIDZNILLAH
7 NEGERI IBROHIMUL KHOLIL = AYAHNYA NABI ISMAIL
TEMPAT NAIK TURUN JIBRIL DENGAN WAHYU DARI ALLOH
8 BUROQ MELANGKAH KESANA = MENYELINAP SAMPAI TURSINA
RIUH RENDAH BIJAKSANA MENGIKUTI ROSULULLOH
9 ARAFAH ITU LAKSANA = PADANG MAHSYAR HERISANA
SOFA MARWAH BUKIT MINA TEMPAT MEMUJIKAN ALLOH
10 LABBAIKALLOHUMMA LABBAIK = PANGGILAN ALLOH YANG BAIK
LABBAIKALLOHUMMA LABBAIK MENJAWAB PANGGILAN ALLOH
11 BERJAMAAH ORANG ISLAM = MEMAKAI PUTIH SERAGAM
MALAIKAT SAUT SALAM KARENA PANGKAT DARI ALLOH
12 KHABAR DARI PARA ULAMA = KALAU HAJI DITERIMA
MENDAPAT PAHALA UTAMA DOSANYA DIHAPUS ALLOH
13 PINTUNYA TOBAT TERBUKA = ALLOH RIDLOKAN MEREKA
DENGAN NABI DALAM SYURGA BEGITULAH JANJINYA ALLOH
14 ZIARAH KE TANAH MADINAH = BERBONDONG-BONDONG KESANA
MENGHAMPIRI NABI MULYA DUA SAHABAR ROSULULLOH
15 KUBAHNYA MENJULANG TINGGI = ANGKASA KOTA YANG MURNI
ORANG KAFIR TAK BERANI KE TANAH SUCI BAITULLOH
16 RAWDLOH NABI NAN SEBIDANG = TANAH SYURGA YANG BERBILANG
OLEHNYA AKAN TERBAYANG AL-MUSTHOFA ROSULILLAH
17 MENGHIJAU MAQOMNYA NABI = BERSINAR KOTA MAGHRIBI
MUSLIMIN BERKALI-KALI BERJIARAH HABIBULLOH
18 SUKA MELIPUT HATI = MAKOM NABI DI DEKATI
AMAN TENTRAM NAN SEJATI PEMBERIAN DARI ALLOH
19 THOLABNAALOOHI MAULANA = TUBALLIGHUNA WATARHAMNAA
WABIL HAADI TAWASSALNAA ASAA NAHDZOO BI’AFWILLAH
20 AMIN YA ROBBAL ALAMIN = ALLOH MIJIBASSAAILIN
AMIN YA ROBBAL ALAMIN ALLOH MIJIBASSAAILIN
dangdingan
# SIM ABDI IKHLAS SUMEJA # NGADEHEUS NGANGKEN NU MULYA
# SIM ABDI BANGET MAHABBAH # NGADEHEUS MAKOM IJABAH
# MASJIDIL HARAM WA KA’BAH # MIHAREP BERKAH SAFA’AH
# YA ALLOH MUGI LANCARKEUN # MUGI ABDI DIDUGIKEUN
# ATOS KAIMPEN - IMPENKEUN # KA’BAH ENGGAL TEPANGKEUN
# YA NABI JUNJUNAN ALAM # YA NABI MISBAHUL ALAM
# SOROTKEUN CAHAYA ISLAM # KA ABDI UMAT NU AWAM
# NYUMPONAN PANGGILAN GUSTI # MILAMPAH MANASIK HAJI
# YA ALLOH MUGI GAMPILKEUN # KENGENG BAGJA RIDO GUSTI
# NGABAKTI ILAHI ROBBI # MUGI ABDI SALAMETKEUN
# BALAI TEBIH-TEBIHKEUN # IBADAH HAJI KABULKEUN
# YA NABI PANUTAN LUHUNG # KAKASIH ALLOH NU AGUNG
# SIM ABDI KALINTANG HOYONG # ZIARAH KUBUR NU LUHUNG
# YA NABI PIMPINAN UMAT # DINA DINTEN KIAMAT
# PAMUGI WELAS KA UMAT # GUSTI THE BULAN PURNAMA
# SOROTKEUN SINAR AGAMA # NYAANGAN ALAM BUANA
# PAMUGI ABDI SADAYA # JANTENKEUN UMAT NU SATIA
# TO’AT KA NABI NU MULYA # DUNYA AKHERAT BAHAGIA
# TO’AT KA NABI NU MULYA # DUNYA AKHERAT BAHAGIA
# AMIN YA ROBBAL ALAMIN # AMIN YA ROBBAL ALAMIN
# ALLOH MIJIBASSAAILIN # ALLOH MUJIBASSAAILIN
Jikalah Pada Akhirnya
Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.
Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.
Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.
Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang taubat itu lebih utama.
Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.
Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.
Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.
Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna
Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.
Suatu hari nanti,
Saat semua telah menjadi masa lalu
Aku ingin ada di antara mereka
Yang bertelekan di atas permadani
Sambil bercengkerama dengan tetangganya
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu
Hingga mereka mendapat anugerah itu.
(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha
senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja
dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini)--
(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak
mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam
raya, hingga sekarang aku berbahagia)]
Suatu hari nanti
Ketika semua telah menjadi masa lalu
Aku tak ingin ada di antara mereka
Yang berpeluh darah dan berkeluh kesah:
Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.
(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi
langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat
menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)--
(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap
saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup
bersabar meski hanya sedikit jua?)]
Kala Cinta Datang Menggoda
"Jatuh cinta berjuta rasanya ...", begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka pun, Cintailah Cinta pun terjual diatas 1 juta copy. Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini.
Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !! Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta, bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia. Islam juga gak phobi sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah...kore wa dame da!*Hmm...cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang, wuis...puitis banget! Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24, maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:
1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya
2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya
3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.
Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa' sih dibilang jelek! Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, "Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela." Waduh...gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem...problem... mana masih kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah...nih cinta kok gak pengertian ya!
Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya...gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits...protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?
Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho...Nabi aja bias punya 'konflik' seperti itu, apalagi kamu, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadipelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]
Namun...Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh...nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit,wuus...
Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:
1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.
2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].
3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan "kok-kok" yang lain.
4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bias bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah aishite iru*
5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lainkemana bo!
6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.
7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangankita.
Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa.
Wallahu a`lam bis-shawab.
Mutiara karya Syeikh Abdul Qadir Jailani
Ia bertutur :
Ikutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan membuat bid'ah, patuhilah selalu kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbatkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya. Pertahankan Kebenaran-Nya dan jangan ragu sedikit pun. Bersabarlah selalu dan jangan menunjukkan ketidaksabaran. Beristiqomahlah; berharaplah kepada-Nya, jangan kesal, tetapi bersabarlah. Bekerjasamalah dalam ketaatan dan jangan berpecah-belah. Saling mencintailah dan jangan saling mendendam. Jauhilah kejahatan dan jangan ternoda olehnya. Percantiklah dirimu dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintu-pintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya. Segeralah bertaubat dan kembali kepada-Nya. Jangan merasa jemu dalam memohon ampunan kepada Khaliqmu, baik siang maupun malam; (jika kamu berlaku begini) niscaya rahmat dinampakkan kepadamu, maka kamu bahagia, terjauhkan dari api neraka dan hidup bahagia di surga, bertemu Allah, menikmati rahmat-Nya, bersama-sama bidadari di surga dan tinggal di dalamnya untuk selamanya; mengendarai kuda-kuda putih, bersuka ria dengan hurhur / bidadari syurga bermata putih dan aneka aroma, dan melodi-melodi hamba-hamba sahaya wanita, dengan karunia-karunia lainnya; termuliakan bersama para nabi, para shiddiq, para syahid, dan para shaleh di surga yang tinggi
Al-Asham (SI TULI)
Di khurasan ada seorang ulama besar bernama Khatim bin Alwan. Muridnya banyak, pengaruhnya luas & ilmunya tinggi. Tetapi, di tengah masyarakat ia memperoleh julukan Al-Asham atau si tuli. Anehnya, julukan yg biasanya utk merendahkan itu buat Imam Khatim bin Alwan justru merupakan gelar kehormatan yg mengabdikan akhlak terpujinya sehingga ia dihargai oleh umat manusia sepanjang masa. Gelar buruk namun terhormat itu didapatkan oleh beliau ketika pada suatu saat seorang gadis cantik keturunan bangsawan datang ke tempat ia biasa memberikan pelajaran yg juga merupakan tempat penyimpanan ratusan kitab-kitabnya. Gadis itu bermaksud menanyakan suatu masalah yg dibutuhkan jawabannya dengan segera. Ketika sudah dipersilakan masuk, tiba-tiba gadis itu terlepas kentutnya, walaupun pelan tapi terdengar nyaring. Imam Khatim terkejut. Baru sekali ini ia mendengar orang kentut di mukanya, apalagi seorang gadis. Si gadis, begitu mendengar kentutnya sendiri, betapapun pelan suaranya, mendadak merah padam wajahnya lantaran malu sekali. Apalagi yg dihadapinya seorang ulama besar yg dihormati oleh segenap lapisan masyarakat, termasuk raja & pembesar kerajaan. Namun, alangkah leganya gadis itu tatkala Imam Khatim bertanya dengan suara keras. "Coba ulangi, apa keperluanmu?" Dengan lantang gadis itu menyakan suatu masalah yg sedang dialaminya.Sudah keras sekali suaranya. Imam Khatim sebenarnya bukan tidak mendengar. Bunyi jarum jatuhpun telinganya masih dapat menangkap. Tetapi Imam Khatim masih juga berteriak nyaring, "Lebih keras lagi suaramu. Aku tidak mendengar. Apa kamu tidak tahu, aku ini sejak seminggu yg lalu menjadi budek, pekak, akibat demam panas?" Mendengar pengkuan Imam Khatim tsb, si gadis makin bersinar wajahnya. Sebab ia berpikir, kalau suaranya yg sudah amat keras saja Imam Khatim tdk bisa mendengarnya, apalagi bunyi kentutnya yg halus sekali, pasti Imam Khatim juga tdk mendengarnya. Maka sejak itu Imam Khatim terpaksa bersandiwara pura-pura tuli selama si gadis masih hidup & tinggal di kota yg sama. Itulah sebabnya ia tersohor dengan gelar kebesaran, Al-Asham atau si tuli.
UJUB
IMAM 'Atha al-Sulami membawa kain tenunannya ke pekan untuk dijual kepada seorang penjual kain. Kain itu satu-satunya hasil tenunannya yang dianggapnya terbaik di antara yang lain, kerana tenunannya telah dikerjakannya dengan tekun dan berhati-hati, dengan sepenuh daya
kreativitas. Dia cukup puas hati dengan hasil tenunannya itu.
Penjual kain yang dikunjunginya di pekan itu membolak-balik kainnya itu. "Tuan akan jual kain ini? Berapa harganya?", tanya penjual kain itu. "Sepatutnya harga kain ini lebih mahal. Tapi aku bersyukur, jika harganya sama dengan harga kain biasa yang pernah engkau beli." jawab 'Atha al-Sulami.
Pekedai kain itu menggeleng-geleng dan tersenyum sumbing. "Tapi kain ini rendah mutunya. Tenunannya tidak rapi, tidak halus, corak dan warnanya tidak menarik. Ukurannya pun lebih kecil daripada ukuran biasa. Jika tuan tidak percaya ucapan saya, tuan boleh tanya orang lain. Bawalah kain ini kepada penjual kain yang lain." Imam 'Atha al-Sulami merasa sedih dan kecewa. Dia membisu. "Bagaimana pun, hamba boleh beli kain ini, tapi dengan harga yang murah
sahaja".
Tanpa bertanya tentang harga yang sanggup dibayar oleh penjual itu, pelan-pelan Imam 'Atha al-Sulami melangkah ke luar kedai. Tiba-tiba dia terduduk di warung kaki lima, lalu menangis. Kepalanya yang tertunduk tersengguk-sengguk digoncang oleh sedu-sedan tangisannya itu. Melihat keadaan itu, tercetus rasa simpati di hati penjual kain, lalu dia segera menghampiri Imam 'Atha al-Sulami. "Sampai begitu sekali kesedihan tuan? Tadi, hamba berkata benar, mutu kain
tuan itu rendah. Rugi hamba kalau membelinya dengan harga biasa. Maafkan hamba".
Imam 'Atha al-Sulami menangis terus, seolah kehadiran penjual itu tidak disadarinya. Penjual kain tertunduk resah. "Baiklah. Berikan kepadaku kain itu. aku beli kain itu dengan harga
biasa. Aku sanggup membelinya semata-mata kerana aku mau menyenangkan hati tuan. Aku kasihan melihat keadaan tuan terlalu sedih sampai menangis begitu rupa. Jika tangisan tuan itu kerana aku, maafkanlah aku..."
"Tidak. Aku sedikit pun tidak merasa kecil hati kepadamu," 'Atha al-Sulami berbicara dengan suara serak. "Malah, aku bersyukur, kerana tindakaanmu tadi sungguh-sungguh telah menginsafkan aku".
"Jadi, tuan menangis bukan kerana kecewa kerana menawarkan harga kain itu dengan yang lebih rendah daripada biasa?" Imam 'Atha al-Sulami mengangguk dalam tangisannya yang berterusan.
"Kalau begitu, kenapa tuan menangis?"."Aku menangis kerana sedih mengingatkan amal ibadatku. Kain hasil tenunanku ini kebetulan ada persamaannya dengan hasil amalan ibadatku selama ini".
"Ajaib. Bertambah ajaib. Bagaimana kain itu ada persamaannya dengan ibadat tuan?"
"Begini. Kain ini aku tenun sebaik-baikya. Seberapa mungkin aku bertekun mengusahakannya supaya mutunya baik. Dan, sebelum ini aku rasa kain ini cukup baik, bahkan lebih baik daripada hasil tenunanku sebelumnya, tidak ada cacat-cederanya. Tetapi sekarang barulah aku sedar, apabila dibawa kepada orang yang pakar dalam hal kain seperti engkau, rupa-rupanya kain ini
banyak cacat cederanya, rendah mutunya".
Kepala Imam 'Atha al-Sulami tertunduk kembali, menahan sedu tangisannya. Ternyata, kesan kesedihannya masih ada dikalbunya. Hal ini kentara sekali kepada penjual kain itu.
"Jadi betullah, tuan bersedih dan menangis kerana hamba ...." "Tidak!". Imam 'Atha al-Sulami cepat memotong cakap penjual kain itu.
"Aku menangis apabila teringat, betapa amal ibadatku dinilai oleh Allah Taala pada hari Kiamat nanti. Selama ini aku berpuas hati dengan amal ibadatku, sebagaimana aku berpuas hati dengan hasil tenunanku ini. Allah Taala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, sama ada yang nyata atau yang ghaib, yang lahir atau yang batin; sudah pastilah segala 'ujub atau
cacat-cedera amal ibadatku kentara kepada-Nya. Bandingannya, cacat-cela kain ini kentara kepadamu yang tahu menilainya" Dia tertunduk pula. Kesedihan masih tersisa di dalam dadanya.
"Kerana kelalaianku, tidak pernah terfikir di benakku tentang ketidaksempurnaan amal ibadatku, kecuali setelah engkau menyatakan ketidak sempurnaan kain ini. Sekarang aku takut amal ibadatku menjadi sia-sia saja, kerana selama ini rasa ujub, bangga dan rasa puas hati yang telah bersarang di dalam kalbuku terhadap amal ibadatku. Aku bimbang, amal ibadatku rendah mutunya, sama dengan kerendahan mutu kain ini. Itulah yang menyebabkan aku bersedih dan ...."
Kepalanya tertunduk pula, menahan serangan kesedihan yang kembali memburaikan tangisannya.
Beruntungnya seorang wanita
Beruntungnya seorang wanita yg ada rahim ini ialah dia
bekerja dengan Tuhan... jadi 'kilang' manusia.
Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh... 7
hingga 15 hari sebulan dia tak wajib sembahyang
tetapi Allah anggap diwaktu itu sembahyang terbaik
darinya.
Cuti bersalin juga sehingga 60 hari. Cuti ini bukan
cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia
bekerja dengan Allah. Orang lelaki tak ada cuti dari
sembahyang... sembahyang wajib baginya dari baligh
sehingga habis nyawanya.
Satu lagi berita gembira untuk wanita, sepanjang dia
mengandung Allah sentiasa mengampuni dosanya, lahir
saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan
yana diberikan kepada wanita, jadi kenapa perlu takut untuk
punya anak? marilah kita pegang kepada tali Allah.
Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu
dianggap mati syahid, Allah izinkan terus masuk Syurga.
Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi
Allah beri kelonggaran siksa kubur.
Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh
kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat pahala tetapi
dosa-dosa suami dia tak tanggung.
Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan
terperanjat dengan pahala ekstra yang banyak dia terima
diatas segala kebaikan suaminya yang tak disadari.
Bila dia lihat suaminya tengah terengah-engah di
titian Sirat dia tak mau masuk syuga tanpa suaminya,
jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk
lepas masuk syurga.
Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh
bantu tambah lagi di akhirat. Kalau seorang isteri
asyik merungut, mulut selalu muncung terhadap suami
dia tak akan dapat pahala ekstra ini.
Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat
didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa anak isteri
yang tak dididik dia akan tanggung ditambah lagi
dengan dosa-dosa yang lain.
Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan
syariat Allah agar tidak durhaka denganNya.
Ayat Suci dalam Kromosom Manusia
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas- kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil- hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa
Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; "Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari bahtera menuju Islam
Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Alquran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Alquran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar- keduanya dinding dan batas yang menghalang (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Alquran yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya. Wallahu a'lam.
aturan makalah
Sistematika Penulisan
- Cover (judul makalah, Kelompok ke.., nama-nama penyusun)
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- BAB I PENDAHULUAN (A. Latar belakang masalah, B. Rumusan masalah, C. Tujuan penulisan)
- BAB II PEMBAHASAN
- BAB III (A.Simpulan, B.Penutup)
- Daftar Pustaka
Aturan Tambahan
- Jenis huruf Time New Roman
- Ukuran Font 12
- Spasi 1 ½
- Minimal pembahasan (BAB II) 10 Lembar
- Referensi Minimal 4 Buku dan diwajibkan memakai ayat al-Quran/ al-Hadist
- Kertas A4 80 gram, Margin top 4; bottom 3; left 4; right 3
ATURAN KREASI SENI
- Durasi maksimal 5 menit
- Kategori : lucu (menghibur) atau pesan moril
- Menggunakan media
- Melibatkan semua anggota kelompok
“SELAMAT MENGERJAKAN”
ATURAN MAKALAH
Sistematika Penulisan
- Cover (judul makalah, Kelompok ke.., nama-nama penyusun)
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- BAB I PENDAHULUAN (A. Latar belakang masalah, B. Rumusan masalah, C. Tujuan penulisan)
- BAB II PEMBAHASAN
- BAB III (A.Simpulan, B.Penutup)
- Daftar Pustaka
Aturan Tambahan
- Jenis huruf Time New Roman
- Ukuran Font 12
- Spasi 1 ½
- Minimal pembahasan (BAB II) 10 Lembar
- Referensi Minimal 4 Buku dan diwajibkan memakai ayat al-Quran/ al-Hadist
- Kertas A4 80 gram, Margin top 4; bottom 3; left 4; right 3
ATURAN KREASI SENI
- Durasi maksimal 5 menit
- Kategori : lucu (menghibur) atau pesan moril
- Menggunakan media
- Melibatkan semua anggota kelompok
“SELAMAT MENGERJAKAN”
ATURAN MAKALAH
Sistematika Penulisan
- Cover (judul makalah, Kelompok ke.., nama-nama penyusun)
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- BAB I PENDAHULUAN (A. Latar belakang masalah, B. Rumusan masalah, C. Tujuan penulisan)
- BAB II PEMBAHASAN
- BAB III (A.Simpulan, B.Penutup)
- Daftar Pustaka
Aturan Tambahan
- Jenis huruf Time New Roman
- Ukuran Font 12
- Spasi 1 ½
- Minimal pembahasan (BAB II) 10 Lembar
- Referensi Minimal 4 Buku dan diwajibkan memakai ayat al-Quran/ al-Hadist
- Kertas A4 80 gram, Margin top 4; bottom 3; left 4; right 3
ATURAN KREASI SENI
- Durasi maksimal 5 menit
- Kategori : lucu (menghibur) atau pesan moril
- Menggunakan media
- Melibatkan semua anggota kelompok
“SELAMAT MENGERJAKAN”
ATURAN MAKALAH
Sistematika Penulisan
- Cover (judul makalah, Kelompok ke.., nama-nama penyusun)
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- BAB I PENDAHULUAN (A. Latar belakang masalah, B. Rumusan masalah, C. Tujuan penulisan)
- BAB II PEMBAHASAN
- BAB III (A.Simpulan, B.Penutup)
- Daftar Pustaka
Aturan Tambahan
- Jenis huruf Time New Roman
- Ukuran Font 12
- Spasi 1 ½
- Minimal pembahasan (BAB II) 10 Lembar
- Referensi Minimal 4 Buku dan diwajibkan memakai ayat al-Quran/ al-Hadist
- Kertas A4 80 gram, Margin top 4; bottom 3; left 4; right 3
ATURAN KREASI SENI
- Durasi maksimal 5 menit
- Kategori : lucu (menghibur) atau pesan moril
- Menggunakan media
- Melibatkan semua anggota kelompok
“SELAMAT MENGERJAKAN”
kuis
Assalamu'alaikum ...
sekedar intermezzo,
Ketik tanggal lahir Anda, kemudian :
dikalikan 4,
ditambah 13,
dikalikan 25,
dikurangi 200,
ditambah Bulan lahir anda
dikalikan 2,
dikurangi 40,
dikalikan 50,
ditambah dua digit terakhir dari tahun lahir anda terakhir
dikurangi 10.500
Maka anda akan menemukan suatu angka yang unik ! ! !
Fenomena
Assalamu'laikum wr.
Mungkin ada yang bisa memberikan pendapat atau kajian ilmiah
mengenai fenomena yang langka ini?
Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat ????
Sebagimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI(Selasa, 15 Januari 2002), bahwa pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka, yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya didarah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku ( 0 derajat celcius).Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurun pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas. Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?.......Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat. Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada
sisi Allah SWT. Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya
kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist
Rasulallh SAW:"Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)"
Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:
1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat;
2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai; dan
3. Nanti, dataran Arab sekalai lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.
Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas. Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemukadunia, darI Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University,mainz, Germany. Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26: Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?..... Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentak para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu; Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King AbdulAziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?.... Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan. Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?... Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai Yang mengalir,dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerang ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?....... Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesutu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya). Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?.....prof Korner menjawab dengan tegas ya!... karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai,sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba. Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun didataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI diatas.Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran telah beberapa waktu lagi" (QS. Shad :87-88). Wahai umat manusia di dunia, apalagi yang yang menghalagi kita untuk beriman bahwa: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah"....... padahal kebenarannya telah terbukti?........ dan hari kiamat telah di depan mata???......Masih banyak lagi kebenaran tentang fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist yang dikabarkan 1400 tahun yang lalu yang baru terbukti secara ilmiah melalui penelitian sains dan teknologi canggih selama bertahun-tahun sampai sekarang ini. Seperti kejadian manusia yang diterangkan secara rinci dalam A-Quran yang baru terbukti secara ilmiah oleh ilmu kedokteran yang canggih dewasa ini, keterangan tentang tata surya, kejadian gunung-gunung, kejadian laut dan keberadaan mata air tawar di dasar laut asin yang dalam, keterangan tentang saraf manusia, dan masih banyaklagi. Al-Quran merupakan mu'jizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada NabiMuhammad SAW dibandingkan dengan mu'jizat-mu'jizat lain yang diberikan Allah kepada para nabi Allah SWT yang lain. Mu'jizat merupakan salah satu bukti yang diberikan Allah untuk membuktikan kepada umat manusia bahwa seseorang yang diutus itu benar-benar merupakan nabi dan untusan Allah SWT. Mu'jizat diberikan Allah SWT disesuaikan dengan tarap berfikir masyarakat pada masa seorang nabi diutus Allah SWT kepada masyarakat berebut. Seperti mu'jizat nabi-nabi beriktu ini: Dengan kekuasaan Allah SWT Nabi Ibrahim AS tidak mempu dibakar api, Nabi Musa AS dapat membelah laut merah dengan tongkatnya, Nabi Isa AS dapat menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta dll. Mu'jizat-mu'jizat tersebut dapat dengan mudah dilihat dan diketahui oleh masyarakat pada masa itu tanpa harus melakukan penelitian dan pengetahuan yang canggih, karena dapat disaksikan dengan mata telanjang oleh orang-orang yang menyaksikannya. Tetapi mu'jizat tersebut hanya bisadisaksikan pada masa itu saja dan tidak dapat dibuktikan kembali oleh masyarakat masa sekarang, masyarakat sekarang hanya bisa mengetahui informasi tersebut dari firman-friman Allah SWT dalam Kitab-kita-Nya. Karena memang nabi-nabi terdahulu diutus Allah terbatas hanya untuk masyarakatnya saja yang hidup pada masa itu saja. Sementara Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutus Allah SWT untuk semua umat manusia di dunia sampai akhir zaman, sehingga mu'jizatnya yang terbesar berupa Al-Quran dapat dibuktikan oleh siapa saja kapan saja dan dimana saja sampai hari akhir, asalkan manusia mau mempelajari, mengkaji dan menelitinya.
Wallahu a'lam bish shawab.
Jumat, 20 November 2009
Pengalaman Probadi
Dua bola mata ini , masih focus pada sekumpulan anak2 sekolah kira2 setingkat SMU di dalam bis Damri jurusan Cicaheum-LW. Panjang.
Selang beberapa menit mata ini terus memandang selagi menerawang dalam ingatan bawah sadar tentang apa yang sedang dilihat kedua mata ini. Aku teringat kembali dengan shohib-shohibku dipesantrenku yang ku gali ilmunya selama kurang lebih 1000 hari aku menghirup udara disana.
Bahrul Ulum KH.Busthomi adalah nama pondok pesantrennya, aku teringat ketika raga, hati, jiwa, dan seluruh anatomi kepribadianku berbaur dengan temperature yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
Dag..dig…dug…!!! begitulah kira-kira suara dentuman jantungku di bilik sebelah kanan kurasakan dentumannya begitu kencang layaknya bom nuklir yang jatuh dikota Hirosima Jepang 1944 oleh America Serikat.Kenapa ini….? Sepertinya aku menjadi diri sosok yang lain, bukan diriku yang sebelumnya.
Kududuk dikursi panjang kurang lebih ukurannya tiga orang dewasa jika mendudukinya, sesosok wajah dengan penuh aura surga menyapaku dengan pandangan sayup sejuknya. Sepertinya beliau berbeda dengan orang-orang asing yang telah kulihat tadi.
Akhirnya perbincangan antara kedua orang tuaku yang selalu menyayangi dan menjagaku dengan penuh kasih sayang serta tulus ikhlas dalam mendidik dan menyiami aku layaknya tumbuhan yang baru menampakkan pucuknya, dengan seorang yang sejuk bila kupandang paras dan lekuk perilakunya yang lembut lagi halus. Ternyata ia adalah Pipimpinan Pondok Pesantren yang akan aku diami selama tiga tahun kedepan nanti.
Perbincangan selama kurun waktu serempat jam itu berakhir dengan mushofahah yang begitu akrab dan hangat kurasa.
Setelah kami menghadap Rabby yang telah memberikan nikmat akan indahnya menatap mahluk ciptaan-Nya, mengecap segala rasa yang Ia hiaskan sebagai mahkota
dunia. Alhamdulillahi robbil ‘alamin,kuucapkan kala waktu asar memandangku dengan sedikit malu-malu memancarkan meganya. Aku berpisah dari kedua mentari dan rembulanku, tetesan air mata tak terasa mengalir dengan derasnya dari muara ketabahanku, aku tak mampu membendung semua kesedihanku ditinggal kedua orang tua yang teramat aku cintai.
“Jaga diri baik-baik dan rajinlah mengaji” itulah kata-kata penunjuk arahku yang terakhir mereka katakan.
Aduh….!!! Kepalaku terbentur kaca bis, astagfirullahal’azim ternyata aku sudah setengah jam membuka album imajinasiku. Tak kulihat lagi anak-anak SMU yang sedang ramainya berceloteh, Alhamdulillah sampai juga di teminal LW. Panjang…….
Afwan jiddan k-lo intermezzonya kelewat panjang, ismi Ahmad Mabrur Nur Hakim bin Halim bin Sofyan bin Saca bin Barata. Nama qolam “aboey al-khauf”, kediamanku di jln terusan kopo no.492 A Kab. Bandung.
Yang selalu aku lakukan adalah merenungi kesalahan apa yang telah aku perbuat dalam satu hari, afwan jiddan aidhon jika aku sensitive dan selektif dalam mengenal kepribadian seseorang. Kamis, 31 Bulan Mei 1990 adalah awal peperanganku dengan iblis la’natullah ‘alaih dalam menegakkan keimanan dalam qalbu yang teramat lemah tanpa pertolongan-Nya.
Kenangan yang paling indah, pedih, peri, dan aku syukuri atas nikmat-Nya
Kala kalian para golongan pengibar bendera syahadatain menjadi Semayup Senja di Musim Gugur-ku
Pesanku jadilah semayup yang menyejukkan hati yang melihatnya, jadilah senja yang memberikan rasa teduh bagi para musafir yang berjalan ditengah teriknya sinar mentari untuk mencari ridho-Nya, jadilah dedaunan dan aneka bunga yang berjatuhan dan berterbangan di musim gugur dengan ringannya tanpa meninggalkan beban sedikitpun pada sang “syajarah”.
Jangan sekali-kali berani meninggalkan sholat karena disitulah kekosistensian kita teruji dan terbukti dihadapan-Nya serta mahluk-Nya.
Kamis, 19 November 2009
analisis makalah gerakan pemurnian Wahhabiyah
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Dari hasil analisis saya terhadap makalah yang berjudul “Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Abdul Wahhab” saya hanya mengomentari sisi isi dan penuturan penulisan. Di karenakan makalah merupakan sebuah tulisan karya ilmiah yang di dalamnya berisikan tulisan-tulisan yang objektif yang berdasarkanfakta, logis, dan sistematis, maka dalam penulisannya pun memiliki syarat yang khusus seperti perlu diperhatikannya masalah paragraph, paragraph yang saya temukan dalam makalah tersebut masih terdapat paragraf-paragraf yang memiliki jumlah kalimat kurang dari dua kalimat. Sedangkan, paragraf yang baik dan dianjurkan dalam tulisan karya ilmiah sekurang-kurangnya tiga buah kalimat dalam satu paragraf.
Kemudian terdapat pula paragraf-paragraf yang tidak memiliki keutuhan (unity), dimana suatu paragraf dapat dikatakan utuh bila suatu paragraf memiliki satu dan hanya satu saja ide pokoknya. Kemudian dalam rancangan (outline) paragraph itu pada umumnya disusun dari kalimat topic, kalimat pendukung 1, kalimat pendukung 2, kalimat pendukung 3, dan kalimat penyimpul.
Pada bagian B, yaitu mengenai biografi Muhammad bin ‘Abdul Wahhab ada sub-topik diantaranya : (1) nama lengkap, (2) tempat dan tarikh lahir, (3) pendidikan dan pengalamannya, (4) belajar di Makkah, Madinah, dan Bashrah. Yang menurut analisis saya point (4) yaitu belajar di Makkah, Madinah, dan Bashrah itu dapat dimasukan kedalam sub-topik ketiga yaitu, pendidikan dan pengalamannya karena sub-topik keempat masih bagian dari pendidikan dan pengalaman.
Mungkin dalam makalah ini tidak disertai dengan rumusan masalah serta metodologi penelitian yang diamana itu semua merupakan bagian terpentiang dalam menentukan kerangka tulisan karya ilmiah sehingga ide-ide dan penelitian lebih terarah dan sistematis. Kemudian masih terdapat sedikit kesalahan dalam penulisa, terlepas itu dari proses penulisan.
Dari segi isi makalah, isinya sudah cukup baik hanya saja dalam makalah yang berjudul “Gerakan Pemurnian Wahabi: Muhammad Abdul Wahhab” ini, ada kotradiksi yang terjadi antara faham-faham yang ada di Indonesia dengan ajaran Wahabiyah tersebut. Seharusnya dalam makalah ini dijelasan mengenai polemik yang terjadi di Indonesia pasca datangnya Wahhabiyah. Kemudian hasil-asil karya dari wahhabiyah sendiri sangat sedikit dibahas. Kemudian alangkah baiknya jika pada makalah ini disertai dengan pembahasan mengenai apakah sejatinya Wahhabiyah tersebut? Aliran madzhab kah? Atau aliran tauhid? Ini diharapkan masyarakat dalam memandang aliran Wahhabiyah ini sebagai rahmat dari Allah SWT karena, perbedaan (khilafiyah) umat islam merupakan rahmat.
Dan dalam pembahasan gerakan Wahhabiyah ini seharusnya lebih meluas dikarenakan masih banyak masyarakat muslim di Indonesia yang fanatik buta terhadap aliran ini. Juga disertai dengan contoh-contoh polemic yang terjadi antara paham Wahhabiyah dengan paham-paham lain yang ada di Indonesia.
Wa Allahu a’lam bi al-sawab