Asslamu’alaykum, wr, wb.
Dalam hidup bermasyarakat tentunya banyak problematika yang tanpa kita sadari semua problematika tersebut haruslah sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Tahukah anda jika kita berhak menusuk/mencolok orang yang mengintip atau melihat rumah kita tanpa adanya izin? Pasti jika kita melihat tindakan tersebut dari kacamata hukum yang berlaku di Negara Indonesia, tentunya merupakan suatu tindakan kriminal yang akan dikenakan sangsi.
Namun, jika kita berbicara dari sudut ajaran Islam khususnya masalah Ilmu Fiqh maka perbuatantersebut hukumnya halal-halal saja. Mengapa bisa demikian?
Dalam ungkapan sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Abu Hurairah r.a yang terdapat dari syarah kitab Sullam At-Taufiq menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang mengintip atau melihat edalam rumah suatu kaum tanpa adanya izin dari pemilik rumah tersebut, maka sesungguhnya halal bagi kaumtersebut untuk menojos/menusuk mata orang yang mengintip rumahnya. (HR. Bukhari Muslim dan Abu Hurairah).
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai pun redaksinya hampir sama dengan hadits di atas, hanya saja ada penambahan “maka halal bagi kaum tersebut menusuk mata orang yang mengintip tanpa dikenakan diyat (denda) dan tidak pula dikenakan hukum qishash”.
Yang dimaksud hadits di atas adalah bagi orang yang melihat-lihat rumah orang lain tanpa seizin yang memiliki rumah, baik orang yang mengintip tersebut melihat aurat atau pun tidak. Hukumnya tetap sama, karena melanggar prrivasi seseorang dengan melihat tanpa izin.
Bagaimana jika kasusnya berbeda? Jika kita sedang melewati sebuah rumah kemudian tanpa sengaja melihat aurat penghuni rumah tersebut dikarenakan pemilik rumah tersebut tidak menutup aurat ataupun membiarkan rumahnya agar terlihat oleh siapa pun, bagaimana hukumnya?
Jika kasusnya seperti itu, maka Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang akan menjawabnya. Hadits ini tergolong hadits Gharib (hadits yang langka). Rasulullah SAW bersabda : “Dan jika seseorang melewati atas pintu (sebuah rumah) yang tidak tertutup, maka kemudian melihat orang tersebut akan aurat pemilik pintu (rumah). Maka tidak menjadi sebuah keburukan (dosa) perbuatan tersebut bagi orang tersebut (yang melihat aurat pemilik rumah). Pastilah keburukan (dosa) itu ada pada pemulik tempat (rumah).
Hadits ini dikutip pula oleh Ibnu hajar dalam kitabnya Az-Zawaajir.
Hadits diatas dijelaskan kembali di dalam syarah kitab Sullam At-Taufiq, bahwa tidak hanya melihat rumah orang lain tanpa izin saja yang mendapatkan dosa. Namun berdosa pula jika kita dengan sengaja melihat sesuatu yang orang lain tutup-tutupi (bersifat rahasia) baik sesuatu tersebut berupa hal yang dianggap bisa atau pun suatu aib seseorang.
Jadi kesimpulannya, jika kita akan memasuki ruang lingkup privasi seseorang, maka wajib kita meminta izin terlebih dahulu.
Islam sangat mengjungjun tinggi hak privasi seseorang, maka mengapa kita masih ragu menjadikan ajaran Islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah) sebagai pedoman kehidupan kita?
Semoga tulisan ini dapat membantu anda dalam menjalani hidup bermasyarakat yang dicintai Allah SWT. Amiiin.
Wassalamu’alaykum, wr, wb.
The Broery
Kamis, 15 April 2010
Sabtu, 19 Desember 2009
Mabrur_3B_Komentar
Mabrur Nur Hakim_3-B_komentar
Mengomentari tulisan diatas, saya berpendapat bahwakelompok yang berparadigma konservatif itu tidak menutup adanya pemikiran baru dalam suatu kajian permasalahan. Namun, dalam faktanya bahwa metode untuk berijtihad tersebut telah berjalan sangat baik dengan menggunakan metode-metode ulama konservatif. Karena dalam menyelesaikan persoalan social dengan cara agama (baca; islam) harus dilakukan pula oleh kelompok yang menguasai dan memahami nilai-nilai keagamaan tersebut. Dibandingkan dengan orang-orang terdahulu sebelum kita, mereka memiliki nilai keislaman yang kokoh. Coba kita bandingkan dengan umat Islam saat ini? Apakah kita temukan adanya solidaritas antar umat beragama Islam tatkala saudaranya didiskriminasi oleh kelompok yang tak manusiawi? Maka dari itu pemikiran para ‘Ulama konservatif lebih baik jika dibandingkan dengan ulama modernis saat ini. Untuk masalah-masalah yang bersifat baru dapat dilakukan cara Qiyas dan apabila belum juga mendapatkan final permasalahan, maka dilakukanlah ijma’ para ‘Ulama. Itu bukan suatu metode penyelesaian masalah yang ringkas ataupun tidak berbobot, melainkan ada beberapa statemen penyelesaian yangperlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi umat.
Typical umat saat ini sulit untuk menggunakan pemahaman moderat tapi menurut kami cara yang akan lebih baik adalah dengan mengenalkan kemajuan ilmu pangetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini dengan menjelaskan manfaat kegunaan ilmu sains tersebut untuk kemajuan umat Islam kepada kelompok konservatif (baca;pesantren). Yang kami ketahui mengenai tanggapan kelompok konservatif adalah bukannya mereka tak menginginkan merasakan kegunaan kemajuan dalam bidang sains, namun sarana dan prasarana serta pengenalan hasil ilmu sains tersebut kurang didapatkan.
Kita sebut saja Pesantren Modern yang berada dalam naungan sebuah Yayasan yang notabenenya memiliki perlindungan hukum dari pemerintah. Tapi yang dikhawatirkan oleh kalangan konservatif (baca;pesantren tradisionil) adalah penekanan pola pembelajaran Barat yang perlahan-perlahan mengurangi jam pembelajaran bidang ilmu keagamaan dan menambah jam pelajaran untuk ilmu-ilmu umum lainnya. Dari segi budaya pun lambat laun sudah hilang dari permukaan, mungkin kita telah menyaksikan adanya Parade Band disebuah lembaga yang beratas namakan Islam. Kemudian dari cara berpakaian dan berperilaku pun lambat laun budaya Barat telah mengikis kultur Islam yang sesuai dengan ajaran Islam.
Secara ringkasnya, pesantren-pesantren tradisionil tersebut tak ingin adanya bentuk pengekangan dari pihak pemerintah yang terintimidasi oleh kepentingan orang-orang Barat untuk merusak Islam secara perlahan. Apakah Islam harus diatur oleh sebuah tatanan Negara? Bukankah dengan itu semua Islam semakin berkurang posisinya dimata umat Islam sebagai agama yang didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia?
Saya sendiri yag sekarang berdomisili di sebuah pesantren tradisionil mendapatkan pengajaran dari guru saya bahwa “tujuan adanya pesantren salafy adalah untuk menjaga tradisi para Ulama terdahulu danmengambil sesuatu hal yang baru yang lebih bermaslahat” dari pernyataan tersebut saya berpendapat bahwa golongan yang sangat fanatisme terhadap perkembangan zaman adalah golongan yang tidak mencermati teori ushul fiqih tersebut yang keluar dari ulama terdahulu.
Jika kita pernah mendengar Pondok Pesantren Manonjaya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, kita akan menemukan kurikulum sebuah pesantren yang telah kompleks dan sistematis tanpa mengacuhkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu dikarenakan telah diadakannya pengenalan manfaat dari menggunakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum untuk kemaslahatan umat Islam. Sehingga terciptanya Pesantren dengan basic “Salafy Technology”.
Semoga saja polemic umat islam tidak terus berlanjut dan menimbulkan perselisihan bahkan peperangan. Na’udzubillahi min dzaalik.
Wallahu a’lam bil shawab.
Mengomentari tulisan diatas, saya berpendapat bahwakelompok yang berparadigma konservatif itu tidak menutup adanya pemikiran baru dalam suatu kajian permasalahan. Namun, dalam faktanya bahwa metode untuk berijtihad tersebut telah berjalan sangat baik dengan menggunakan metode-metode ulama konservatif. Karena dalam menyelesaikan persoalan social dengan cara agama (baca; islam) harus dilakukan pula oleh kelompok yang menguasai dan memahami nilai-nilai keagamaan tersebut. Dibandingkan dengan orang-orang terdahulu sebelum kita, mereka memiliki nilai keislaman yang kokoh. Coba kita bandingkan dengan umat Islam saat ini? Apakah kita temukan adanya solidaritas antar umat beragama Islam tatkala saudaranya didiskriminasi oleh kelompok yang tak manusiawi? Maka dari itu pemikiran para ‘Ulama konservatif lebih baik jika dibandingkan dengan ulama modernis saat ini. Untuk masalah-masalah yang bersifat baru dapat dilakukan cara Qiyas dan apabila belum juga mendapatkan final permasalahan, maka dilakukanlah ijma’ para ‘Ulama. Itu bukan suatu metode penyelesaian masalah yang ringkas ataupun tidak berbobot, melainkan ada beberapa statemen penyelesaian yangperlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi umat.
Typical umat saat ini sulit untuk menggunakan pemahaman moderat tapi menurut kami cara yang akan lebih baik adalah dengan mengenalkan kemajuan ilmu pangetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini dengan menjelaskan manfaat kegunaan ilmu sains tersebut untuk kemajuan umat Islam kepada kelompok konservatif (baca;pesantren). Yang kami ketahui mengenai tanggapan kelompok konservatif adalah bukannya mereka tak menginginkan merasakan kegunaan kemajuan dalam bidang sains, namun sarana dan prasarana serta pengenalan hasil ilmu sains tersebut kurang didapatkan.
Kita sebut saja Pesantren Modern yang berada dalam naungan sebuah Yayasan yang notabenenya memiliki perlindungan hukum dari pemerintah. Tapi yang dikhawatirkan oleh kalangan konservatif (baca;pesantren tradisionil) adalah penekanan pola pembelajaran Barat yang perlahan-perlahan mengurangi jam pembelajaran bidang ilmu keagamaan dan menambah jam pelajaran untuk ilmu-ilmu umum lainnya. Dari segi budaya pun lambat laun sudah hilang dari permukaan, mungkin kita telah menyaksikan adanya Parade Band disebuah lembaga yang beratas namakan Islam. Kemudian dari cara berpakaian dan berperilaku pun lambat laun budaya Barat telah mengikis kultur Islam yang sesuai dengan ajaran Islam.
Secara ringkasnya, pesantren-pesantren tradisionil tersebut tak ingin adanya bentuk pengekangan dari pihak pemerintah yang terintimidasi oleh kepentingan orang-orang Barat untuk merusak Islam secara perlahan. Apakah Islam harus diatur oleh sebuah tatanan Negara? Bukankah dengan itu semua Islam semakin berkurang posisinya dimata umat Islam sebagai agama yang didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia?
Saya sendiri yag sekarang berdomisili di sebuah pesantren tradisionil mendapatkan pengajaran dari guru saya bahwa “tujuan adanya pesantren salafy adalah untuk menjaga tradisi para Ulama terdahulu danmengambil sesuatu hal yang baru yang lebih bermaslahat” dari pernyataan tersebut saya berpendapat bahwa golongan yang sangat fanatisme terhadap perkembangan zaman adalah golongan yang tidak mencermati teori ushul fiqih tersebut yang keluar dari ulama terdahulu.
Jika kita pernah mendengar Pondok Pesantren Manonjaya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, kita akan menemukan kurikulum sebuah pesantren yang telah kompleks dan sistematis tanpa mengacuhkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu dikarenakan telah diadakannya pengenalan manfaat dari menggunakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum untuk kemaslahatan umat Islam. Sehingga terciptanya Pesantren dengan basic “Salafy Technology”.
Semoga saja polemic umat islam tidak terus berlanjut dan menimbulkan perselisihan bahkan peperangan. Na’udzubillahi min dzaalik.
Wallahu a’lam bil shawab.
Selasa, 15 Desember 2009
mabrur_tugas 3
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]
Gejala dan komplikasi
Gejala-gejala utama AIDS.
Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.
Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]
Gejala dan komplikasi
Gejala-gejala utama AIDS.
Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.
Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.
Rabu, 09 Desember 2009
Tips 2 hari ketiga
TIPS 2 HARI KETIGA
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila alat pengaman “kondom” terus di publikasikan ke halayak banyak melalui segala media dengan embel-embel mencegah HIV/AIDS, apa jadinya dengan: a) moralitas masyarakat yang melihat promo kondom tersebut khususnya bagi anak-anak dan remaja, b) bertambahnya jumlah masyarakat yang melakukan free sex, c) akan munculnya presepsi masyarakat bahwa free sex sah-sah saja asal menggunakan kondom, d) meningkatnya tempat prostitusi dan kuantitas PSK, e) kebudayaan Indonesia yang menekankan kepada norma kesopanan.
“ Apa akibatnya bila moral masyarakat Indonesia sudah seperti hewan?” Jawab: peraturan Negara tak akan berguna dan dilaksanakan serta banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran asusila.
“ Apa akibatnya bila kuantitas pengguna free sex semakin banyak?” Jawab: semakin banyak penderita HIV/AIDS dan keutuhan Negara akan hancur dengan sendirinya.
“ Apa akibatnya bila free sex sudah dianggap halal?” Jawab: akan maraknya keluarga yang tak utuh dan hilangnya norma-norma yang menjadi esensi Negara Indonesia.
“ Apa akibatnya bila sarana dan prasarana prostitusi semakin meraja lela?” Jawab: akan semakin sedikit masyarakat yang datang ke tempat peribadatan untuk melaksanakan ritual ibadah, dan norma agama sudah tak diperhitungkan lagi.
“ Apa akibatnya bila norma Indonesia tak jauh berbeda dengan budaya Barat?” Jawab: maka tak akan ada lagi keteraturan kehidupan layaknya pada zaman jahiliyah yang lebih pada paham hedonisme.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
HIV/AIDS tak bisa di cegah
Kenapa HIV/AIDS tak bisa di cegah? Jawab: karena HIV/AIDS virus yang di sebabkan oleh sering gunta-gantinya pasangan dalam berhubungan intim.
Kenapa sering terjadinya gunta-ganti pasangan dalam berhubungan intim? Jawab: Karena dorongan dari lingkungan yang menyediakan sarana dan prasarana prostitusi.
Kenapa sarana dan prasarana prostitusi semakin bertambah? Jawab: karena moralitas manusia yang telah lebih menekankan pada hedonisme; kenikmatan adalah segala-galanya.
Kenapa manusia banyak yang menganut paham hedonisme/ Jawab: karena manusia banyak yang menjauhkan diri dari agama, sehingga nafsu yang menjadi segala-galanya.
Kenapa nafsu dapat menjadi prioritas utama manusia? Jawab: karena manusia sudah tidak menggunakan akal pikirannya dalam menilai sesuatu.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila alat pengaman “kondom” terus di publikasikan ke halayak banyak melalui segala media dengan embel-embel mencegah HIV/AIDS, apa jadinya dengan: a) moralitas masyarakat yang melihat promo kondom tersebut khususnya bagi anak-anak dan remaja, b) bertambahnya jumlah masyarakat yang melakukan free sex, c) akan munculnya presepsi masyarakat bahwa free sex sah-sah saja asal menggunakan kondom, d) meningkatnya tempat prostitusi dan kuantitas PSK, e) kebudayaan Indonesia yang menekankan kepada norma kesopanan.
“ Apa akibatnya bila moral masyarakat Indonesia sudah seperti hewan?” Jawab: peraturan Negara tak akan berguna dan dilaksanakan serta banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran asusila.
“ Apa akibatnya bila kuantitas pengguna free sex semakin banyak?” Jawab: semakin banyak penderita HIV/AIDS dan keutuhan Negara akan hancur dengan sendirinya.
“ Apa akibatnya bila free sex sudah dianggap halal?” Jawab: akan maraknya keluarga yang tak utuh dan hilangnya norma-norma yang menjadi esensi Negara Indonesia.
“ Apa akibatnya bila sarana dan prasarana prostitusi semakin meraja lela?” Jawab: akan semakin sedikit masyarakat yang datang ke tempat peribadatan untuk melaksanakan ritual ibadah, dan norma agama sudah tak diperhitungkan lagi.
“ Apa akibatnya bila norma Indonesia tak jauh berbeda dengan budaya Barat?” Jawab: maka tak akan ada lagi keteraturan kehidupan layaknya pada zaman jahiliyah yang lebih pada paham hedonisme.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
HIV/AIDS tak bisa di cegah
Kenapa HIV/AIDS tak bisa di cegah? Jawab: karena HIV/AIDS virus yang di sebabkan oleh sering gunta-gantinya pasangan dalam berhubungan intim.
Kenapa sering terjadinya gunta-ganti pasangan dalam berhubungan intim? Jawab: Karena dorongan dari lingkungan yang menyediakan sarana dan prasarana prostitusi.
Kenapa sarana dan prasarana prostitusi semakin bertambah? Jawab: karena moralitas manusia yang telah lebih menekankan pada hedonisme; kenikmatan adalah segala-galanya.
Kenapa manusia banyak yang menganut paham hedonisme/ Jawab: karena manusia banyak yang menjauhkan diri dari agama, sehingga nafsu yang menjadi segala-galanya.
Kenapa nafsu dapat menjadi prioritas utama manusia? Jawab: karena manusia sudah tidak menggunakan akal pikirannya dalam menilai sesuatu.
Selasa, 08 Desember 2009
tips 2 hari kedua
TIPS 2 HARI KEDUA
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku ketagihan internet, apa jadinya dengan: a) waktu untuk belajar, b) uang bekalku selama satu bulan, c) kepercayaan orang tua kepadaku terhadap uang bekal, d) waktu untuk bersosialisasi dengan teman satu asrama, e) eksistensiku di asrama.
“ Apa akibatnya bila waktu belajarku berkurang?” Jawab: aku akan semakin bodoh dan ketertinggalan dalam panguasaan ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku berlaku boros?” Jawab: aku akan memiliki banyak hutang untuk menutupi segala kekurangan biaya hidupku.
“ Apa akibatnya bila aku sudah tidak memberikanku bekal untuk hidupku di asrama?” Jawab: sengsaralah diriku.
“ Apa akibatnya bila aku kurang akrab dengan teman-teman asramaku?” Jawab: sulit untukku meminta bantuan dan aku akan merasa orang asing yang terkucilkan.
“ Apa akibatnya bila aku eksistensiku di asrama sudah tak dihiraukan lagi?” Jawab: aku tidak akan betah tinggal di asrama dan meski aku sakit sekalipun, tak akan ada yang akan memperhatikanku.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku ketagihan internet
Kenapa aku bisa ketagihan internet? Jawab: karena internet menyediakan banyak informasi yang aku butuhkan.
Kenapa banyak informasi di internet? Jawab: karena internet memberikan informasi dari seluruh belahan bumi.
Kenapa internet memberikan pelayanan berupa informasi dari segala belahan bumi? Jawab: karena permintaan manusia akan informasi yang terbaru dari segala belahan bumi agar manusia tak ketinggalan zaman.
Kenapa manusia tak ingin ketinggalan zaman? Jawab: karena manusia tak ingin kalah bersaing dengan manusia yang lainnya.
Kenapa manusia selalu bersaing dengan manusia yang lainnya? Jawab: karena manusia memiliki akal pikiran dan juga hawa nafsu yang memotorinya.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku ketagihan internet, apa jadinya dengan: a) waktu untuk belajar, b) uang bekalku selama satu bulan, c) kepercayaan orang tua kepadaku terhadap uang bekal, d) waktu untuk bersosialisasi dengan teman satu asrama, e) eksistensiku di asrama.
“ Apa akibatnya bila waktu belajarku berkurang?” Jawab: aku akan semakin bodoh dan ketertinggalan dalam panguasaan ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku berlaku boros?” Jawab: aku akan memiliki banyak hutang untuk menutupi segala kekurangan biaya hidupku.
“ Apa akibatnya bila aku sudah tidak memberikanku bekal untuk hidupku di asrama?” Jawab: sengsaralah diriku.
“ Apa akibatnya bila aku kurang akrab dengan teman-teman asramaku?” Jawab: sulit untukku meminta bantuan dan aku akan merasa orang asing yang terkucilkan.
“ Apa akibatnya bila aku eksistensiku di asrama sudah tak dihiraukan lagi?” Jawab: aku tidak akan betah tinggal di asrama dan meski aku sakit sekalipun, tak akan ada yang akan memperhatikanku.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku ketagihan internet
Kenapa aku bisa ketagihan internet? Jawab: karena internet menyediakan banyak informasi yang aku butuhkan.
Kenapa banyak informasi di internet? Jawab: karena internet memberikan informasi dari seluruh belahan bumi.
Kenapa internet memberikan pelayanan berupa informasi dari segala belahan bumi? Jawab: karena permintaan manusia akan informasi yang terbaru dari segala belahan bumi agar manusia tak ketinggalan zaman.
Kenapa manusia tak ingin ketinggalan zaman? Jawab: karena manusia tak ingin kalah bersaing dengan manusia yang lainnya.
Kenapa manusia selalu bersaing dengan manusia yang lainnya? Jawab: karena manusia memiliki akal pikiran dan juga hawa nafsu yang memotorinya.
tips 2 hari pertama
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku sering bolos mengaji, apa jadinya dengan: a) ilmu agama yang akan didapatkan, b) sikap kiayi terhadapku, c) harapan orang tua, d) harapan masyarakat, e) tanggungjawabku dihadapan Allah SWT.
“ Apa akibatnya bila aku buta akan ilmu agama?” Jawab: Aku akan mengerjakan ibadah dengan sia-sia karena dilaksanakan tanpa ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku tidak mendapatkan ridho dari kiyai?” Jawab: Ilmu agamaku tidak akan bermanfaat.
“ Apa akibatnya bila segala harapan orang tua tak dapat dilaksanakan?” Jawab: Tak akan ada lagi kepercayaan orang tua terhadap diriku.
“ Apa akibatnya bila aku tak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan harapan mereka?” Jawab: Aku hanya akan menjadi sampah masyarakat dan nama baik keluargaku akan tercoreng olehku.
“ Apa akibatnya bila Allah mempertanyakan akan waktu yang aku perbuat selama aku hidup di dunia?” Jawab: Tentu aku tak bisa mengelak dari siksa Allah SWT atas kelalaianku mempergunakan waktu.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku malas untuk mengaji
Kenapa aku malas mengaji? Jawab: karena selalu bangun telat untuk mengaji.
Kenapa aku selalu bangun telat? Jawab: karena aku selalu tidur pukul 1 pagi.
Kenapa tidur tidur pukul 1 pagi? Jawab: Karena selalu banyak teman dikamarku.
Kenapa selalu banyak teman dikamarku? Jawab: karena dikamarku ada televisi.
Kenapa dikamarku ada televisi? Jawab: karena aku memerlukan informasi dan hiburan.
TEKNIK PENGEMBANGAN 1
Bila aku sering bolos mengaji, apa jadinya dengan: a) ilmu agama yang akan didapatkan, b) sikap kiayi terhadapku, c) harapan orang tua, d) harapan masyarakat, e) tanggungjawabku dihadapan Allah SWT.
“ Apa akibatnya bila aku buta akan ilmu agama?” Jawab: Aku akan mengerjakan ibadah dengan sia-sia karena dilaksanakan tanpa ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku tidak mendapatkan ridho dari kiyai?” Jawab: Ilmu agamaku tidak akan bermanfaat.
“ Apa akibatnya bila segala harapan orang tua tak dapat dilaksanakan?” Jawab: Tak akan ada lagi kepercayaan orang tua terhadap diriku.
“ Apa akibatnya bila aku tak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan harapan mereka?” Jawab: Aku hanya akan menjadi sampah masyarakat dan nama baik keluargaku akan tercoreng olehku.
“ Apa akibatnya bila Allah mempertanyakan akan waktu yang aku perbuat selama aku hidup di dunia?” Jawab: Tentu aku tak bisa mengelak dari siksa Allah SWT atas kelalaianku mempergunakan waktu.
MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2
Aku malas untuk mengaji
Kenapa aku malas mengaji? Jawab: karena selalu bangun telat untuk mengaji.
Kenapa aku selalu bangun telat? Jawab: karena aku selalu tidur pukul 1 pagi.
Kenapa tidur tidur pukul 1 pagi? Jawab: Karena selalu banyak teman dikamarku.
Kenapa selalu banyak teman dikamarku? Jawab: karena dikamarku ada televisi.
Kenapa dikamarku ada televisi? Jawab: karena aku memerlukan informasi dan hiburan.
Senin, 30 November 2009
Gundah Di Hari 30-11-2009
Gundah Di Hari 30-11-2009
Hari ini adalah hari terakhir orang yang hendak melaksanakan ibadah qurban atau udhiyyah yang sering kita sebut sebagai hari tasyrik, tapi di pagi ini seperti biasa aku terbangun dimana mentari telah menyinari seluruh interior bumi.
Aku kembali bangun kesiangan dalam arti kesiangan untuk melaksanakan sholat shubuh. Aku sudah 3 hari berada di kobong, atau asrama pondok pesantren terhitung dari hari sabtu aku berada di kota sukabumi dimana pondok yang aku tempati berada. Tak seperti tahun sebelumnya, aku sekarang kembali ke pesantren satu hari setelah hari raya idul adha atau tanggal 11 dzulhijjah. Tak tahu mengapa tahun ini aku begitu merasakan kejenuhan selama berada dirumahku sendiri. Mungkin pada kali iini biasanya jika aku pulang kampung, aku selalu mengajar ngaji anak-anak santri yang mondok di pondok ayahku. Tapi sekarang mereka telah diberikan guru tetap, sehingga aku tak mengajar lagi. Meskipun sedikit merasa kehilangan, aku merasa bahwa aku sendiri belum mampu untuk memberikan pengajaran yang baik dan pengajaran yang mereka butuhkan. Seringkali mereka mengutarakan kenyamanan mereka selama berada dalam pengajaranku tapi, aku sadar akan kelemahanku dalam segi membaca kitab gundul (kitab yang tak berharkat). Dibanding dengan guru-guru senior lainnya, aku adalah yang paling lemah dari segi penguasaan materi pengajaran meskipun dalam penyampaian aku sudah tidak merasa kaku lagi karena telah terbiasa memberikan pengajaran sewaktu aku menjadi ketua sebuah organisasi kesenian di Tasikmalaya.
Hari itu, maksudku hari saat aku berada di rumah aku lebih sering bersikap tertutup dan dingin. Aku teringat kembali kepada pandangan teman-temanku mengenai aku selama mereka mengenalku. Hal negative yang perlu aku remove adalah sifat keras kepala, memaksakan kehendak sendiri, serta arogan. Aku sangat menyadari segala sifat negative yang kumiliki tersebut, karena itu, aku selama seminggu berada di rumah terus memikirkan bagaimana diriku dapat menghilangkan sifat-sifat negative tersebut kala aku bersosialisasi dengan mereka?
Kekuranganku yang lainnya adalah tak biasa memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan umum saat aku mengajar. Dalam kelas pengajianku saja aku menyukai kepada salah satu muridku, sebut saja dia C. Aku masih saja mencintai dan menilai seseorang dari sesuatu yang tampak indah (material). Aku menyadari jika perhatianku sering kali berbeda kepada C daripada dengan anak-anak yang lainnya.
Jam 12 lebih menuju pukul 13.00 aku menelpon C untuk sekedar menanyakan kabar, paling-paling juga cuma 10 menitan. Tapi pada saat aku membuka percakapan dengan menanyakan kabarnya karena aku tahu jika dia sejak hari jum’at setelah penyembelihan hewan qurban merasa kurang enak badan, mungkin mual melihat daging kambing. Tapi dia lantas mengatakan bahwa dia akan meng-sms bapaknya, padahal kan bisa saja sms sambil menerima telpon!, sahutku dengan nada agak tinggi. Tapi tetap saja dia ingin segera mengakhiri pembicaraan yang baru berlangsung sekitar kurang dari 2 menit itu.
Yah dasar takdir, semua gak ada yang aku dapatkan dari apa yang aku inginkan,. Mungkin aku kurang bersyukur saja. Tapi aku terkadang bertanya dalam kalbuku sendiri, “Apakah dapat disebut cinta jika menggebu-gebu mendapatkannya dan menelantarkannya saat cinta itu telah didapatkan?” aduh pusing banget mikirin hal seperti itu, seperti gak ada kerjaan saja. Tapi emang mesti digimanain lagi? Toh rasa cinta itu terkadang menjadi spirit untuk hidup dan terkadang menjadi sebuah virus yang dapat membunuh seluruh umat manusia. Dengan cinta, seorang raja dapat menjadi hamba, seorang yang kaya raya dapat merelakan seluruh hartanya hingga ia jatuh miskin hanya gara-gara cintrong, orang pandai pun dapat terlihat bodoh manakala ia berjuang melakukan apapun untuk meraih apa yang ia yakini dari teoti cinta kuadrat, dan manusia rela mati demi mendapatkan cintanya.
Cerita pengorbanan untuk mendapatkan cinta memang sudah menjadi tradisi dari zaman nenek moyang kita dulu. Coba kita ingat kembali cerita Kakang Sangkuriang yang mengerahkan tenaganya dengan dibantu oleh para jin untuk membendung sungai citarum dan membuat kapal yang besar demi mendapatkan cinta Nyai Dewi Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendiri, kemudian romeo yang rela bunuh diri untuk menemui Teteh Juliet yang telah mati, (emangnya kalo mati bakal ketemu lagi,,,..? dasar cerita yang aneh).
Tapi pengorbanan untuk mendapatkan cinta yang pernah aku lakukan adalah membuat syair-syair puisi untuk dikirimkan pada “Si Cayank” via surat maupun via sms. Yang lebih membuat aku tersenyum saat mengingatnya adalah saat aku menelfon “Si Cayang” dan menembaknya dengan menyanyikan sebuah lagu yang mengungkapkan isi hatiku. Untung saja gak ada yang nyawerin saat aku nyanyi, kalo ada bisa gawat tuh,. Managementku bisa protes jika mengetahui ada konser diluar kontrak,..!!! hee…. Gubrak!!!!!
Yang penting pengorbanan yang gak susah adalah pengorbanan menjadi kaum dhuafa yakni memelas belas kasihan agar mendapatkan cinta, meskipun hina tapi itu hemat biaya lho,..!!! selamat mencoba aja..
Up’s ko jadi malah promo cinta ya,,.. nanti aku malah saingan lagi ama yang REG-REG-an gitu,….. Cikiciew,….!!!
Nulis cerita kaya gini itu cape banget, tapi daripada kekesalan mabrur di ungkapin dengan hal-hal yang kagak bener lebih baik maen nyoba-nyoba kutak-ketik aja,. (bukan gutak-gitek! Heheheheheh……) kan kata Dosen mabrur Pak Drs. Mulyawan, bahwa untuk latihan menggemari menulis adalah menulis apapun yang sedang terjadi terhadap dirimu, meslipun tulisannya kagak nyambung sama sekali yang penting ada niat untuk mengekspresikan kondisi jiwa melalui tulisan. Kali aja kedepannya bisa menulis sesuatu yang berguna bagi halayak banyak.
Menulis bertemakan Cinta itu gak ada habisnya kalo dibuat syair, puisi, prosa, lagu, maupun sinetron. Yang jelas tema cinta akan terhenti dengan sendirinya kala di bumi tak ada lagi peradaban manusia. Dan akan berlanjut pada cinta yang kekal dan hakiki, saat kita memasuki kawasan “Dimensi Cinta Tuhan” yang kita belum pernah merasakannya kecuali jika kita sudah mati nanti.
Semoga gundah hatiku pada hari ini adalah gundahku yang selalu mencari celah untuk mendapatkan cintaMu, Wahai Tuhanku.
Hari ini adalah hari terakhir orang yang hendak melaksanakan ibadah qurban atau udhiyyah yang sering kita sebut sebagai hari tasyrik, tapi di pagi ini seperti biasa aku terbangun dimana mentari telah menyinari seluruh interior bumi.
Aku kembali bangun kesiangan dalam arti kesiangan untuk melaksanakan sholat shubuh. Aku sudah 3 hari berada di kobong, atau asrama pondok pesantren terhitung dari hari sabtu aku berada di kota sukabumi dimana pondok yang aku tempati berada. Tak seperti tahun sebelumnya, aku sekarang kembali ke pesantren satu hari setelah hari raya idul adha atau tanggal 11 dzulhijjah. Tak tahu mengapa tahun ini aku begitu merasakan kejenuhan selama berada dirumahku sendiri. Mungkin pada kali iini biasanya jika aku pulang kampung, aku selalu mengajar ngaji anak-anak santri yang mondok di pondok ayahku. Tapi sekarang mereka telah diberikan guru tetap, sehingga aku tak mengajar lagi. Meskipun sedikit merasa kehilangan, aku merasa bahwa aku sendiri belum mampu untuk memberikan pengajaran yang baik dan pengajaran yang mereka butuhkan. Seringkali mereka mengutarakan kenyamanan mereka selama berada dalam pengajaranku tapi, aku sadar akan kelemahanku dalam segi membaca kitab gundul (kitab yang tak berharkat). Dibanding dengan guru-guru senior lainnya, aku adalah yang paling lemah dari segi penguasaan materi pengajaran meskipun dalam penyampaian aku sudah tidak merasa kaku lagi karena telah terbiasa memberikan pengajaran sewaktu aku menjadi ketua sebuah organisasi kesenian di Tasikmalaya.
Hari itu, maksudku hari saat aku berada di rumah aku lebih sering bersikap tertutup dan dingin. Aku teringat kembali kepada pandangan teman-temanku mengenai aku selama mereka mengenalku. Hal negative yang perlu aku remove adalah sifat keras kepala, memaksakan kehendak sendiri, serta arogan. Aku sangat menyadari segala sifat negative yang kumiliki tersebut, karena itu, aku selama seminggu berada di rumah terus memikirkan bagaimana diriku dapat menghilangkan sifat-sifat negative tersebut kala aku bersosialisasi dengan mereka?
Kekuranganku yang lainnya adalah tak biasa memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan umum saat aku mengajar. Dalam kelas pengajianku saja aku menyukai kepada salah satu muridku, sebut saja dia C. Aku masih saja mencintai dan menilai seseorang dari sesuatu yang tampak indah (material). Aku menyadari jika perhatianku sering kali berbeda kepada C daripada dengan anak-anak yang lainnya.
Jam 12 lebih menuju pukul 13.00 aku menelpon C untuk sekedar menanyakan kabar, paling-paling juga cuma 10 menitan. Tapi pada saat aku membuka percakapan dengan menanyakan kabarnya karena aku tahu jika dia sejak hari jum’at setelah penyembelihan hewan qurban merasa kurang enak badan, mungkin mual melihat daging kambing. Tapi dia lantas mengatakan bahwa dia akan meng-sms bapaknya, padahal kan bisa saja sms sambil menerima telpon!, sahutku dengan nada agak tinggi. Tapi tetap saja dia ingin segera mengakhiri pembicaraan yang baru berlangsung sekitar kurang dari 2 menit itu.
Yah dasar takdir, semua gak ada yang aku dapatkan dari apa yang aku inginkan,. Mungkin aku kurang bersyukur saja. Tapi aku terkadang bertanya dalam kalbuku sendiri, “Apakah dapat disebut cinta jika menggebu-gebu mendapatkannya dan menelantarkannya saat cinta itu telah didapatkan?” aduh pusing banget mikirin hal seperti itu, seperti gak ada kerjaan saja. Tapi emang mesti digimanain lagi? Toh rasa cinta itu terkadang menjadi spirit untuk hidup dan terkadang menjadi sebuah virus yang dapat membunuh seluruh umat manusia. Dengan cinta, seorang raja dapat menjadi hamba, seorang yang kaya raya dapat merelakan seluruh hartanya hingga ia jatuh miskin hanya gara-gara cintrong, orang pandai pun dapat terlihat bodoh manakala ia berjuang melakukan apapun untuk meraih apa yang ia yakini dari teoti cinta kuadrat, dan manusia rela mati demi mendapatkan cintanya.
Cerita pengorbanan untuk mendapatkan cinta memang sudah menjadi tradisi dari zaman nenek moyang kita dulu. Coba kita ingat kembali cerita Kakang Sangkuriang yang mengerahkan tenaganya dengan dibantu oleh para jin untuk membendung sungai citarum dan membuat kapal yang besar demi mendapatkan cinta Nyai Dewi Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendiri, kemudian romeo yang rela bunuh diri untuk menemui Teteh Juliet yang telah mati, (emangnya kalo mati bakal ketemu lagi,,,..? dasar cerita yang aneh).
Tapi pengorbanan untuk mendapatkan cinta yang pernah aku lakukan adalah membuat syair-syair puisi untuk dikirimkan pada “Si Cayank” via surat maupun via sms. Yang lebih membuat aku tersenyum saat mengingatnya adalah saat aku menelfon “Si Cayang” dan menembaknya dengan menyanyikan sebuah lagu yang mengungkapkan isi hatiku. Untung saja gak ada yang nyawerin saat aku nyanyi, kalo ada bisa gawat tuh,. Managementku bisa protes jika mengetahui ada konser diluar kontrak,..!!! hee…. Gubrak!!!!!
Yang penting pengorbanan yang gak susah adalah pengorbanan menjadi kaum dhuafa yakni memelas belas kasihan agar mendapatkan cinta, meskipun hina tapi itu hemat biaya lho,..!!! selamat mencoba aja..
Up’s ko jadi malah promo cinta ya,,.. nanti aku malah saingan lagi ama yang REG-REG-an gitu,….. Cikiciew,….!!!
Nulis cerita kaya gini itu cape banget, tapi daripada kekesalan mabrur di ungkapin dengan hal-hal yang kagak bener lebih baik maen nyoba-nyoba kutak-ketik aja,. (bukan gutak-gitek! Heheheheheh……) kan kata Dosen mabrur Pak Drs. Mulyawan, bahwa untuk latihan menggemari menulis adalah menulis apapun yang sedang terjadi terhadap dirimu, meslipun tulisannya kagak nyambung sama sekali yang penting ada niat untuk mengekspresikan kondisi jiwa melalui tulisan. Kali aja kedepannya bisa menulis sesuatu yang berguna bagi halayak banyak.
Menulis bertemakan Cinta itu gak ada habisnya kalo dibuat syair, puisi, prosa, lagu, maupun sinetron. Yang jelas tema cinta akan terhenti dengan sendirinya kala di bumi tak ada lagi peradaban manusia. Dan akan berlanjut pada cinta yang kekal dan hakiki, saat kita memasuki kawasan “Dimensi Cinta Tuhan” yang kita belum pernah merasakannya kecuali jika kita sudah mati nanti.
Semoga gundah hatiku pada hari ini adalah gundahku yang selalu mencari celah untuk mendapatkan cintaMu, Wahai Tuhanku.
Langganan:
Komentar (Atom)