Sabtu, 19 Desember 2009

Mabrur_3B_Komentar

Mabrur Nur Hakim_3-B_komentar

Mengomentari tulisan diatas, saya berpendapat bahwakelompok yang berparadigma konservatif itu tidak menutup adanya pemikiran baru dalam suatu kajian permasalahan. Namun, dalam faktanya bahwa metode untuk berijtihad tersebut telah berjalan sangat baik dengan menggunakan metode-metode ulama konservatif. Karena dalam menyelesaikan persoalan social dengan cara agama (baca; islam) harus dilakukan pula oleh kelompok yang menguasai dan memahami nilai-nilai keagamaan tersebut. Dibandingkan dengan orang-orang terdahulu sebelum kita, mereka memiliki nilai keislaman yang kokoh. Coba kita bandingkan dengan umat Islam saat ini? Apakah kita temukan adanya solidaritas antar umat beragama Islam tatkala saudaranya didiskriminasi oleh kelompok yang tak manusiawi? Maka dari itu pemikiran para ‘Ulama konservatif lebih baik jika dibandingkan dengan ulama modernis saat ini. Untuk masalah-masalah yang bersifat baru dapat dilakukan cara Qiyas dan apabila belum juga mendapatkan final permasalahan, maka dilakukanlah ijma’ para ‘Ulama. Itu bukan suatu metode penyelesaian masalah yang ringkas ataupun tidak berbobot, melainkan ada beberapa statemen penyelesaian yangperlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi umat.

Typical umat saat ini sulit untuk menggunakan pemahaman moderat tapi menurut kami cara yang akan lebih baik adalah dengan mengenalkan kemajuan ilmu pangetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini dengan menjelaskan manfaat kegunaan ilmu sains tersebut untuk kemajuan umat Islam kepada kelompok konservatif (baca;pesantren). Yang kami ketahui mengenai tanggapan kelompok konservatif adalah bukannya mereka tak menginginkan merasakan kegunaan kemajuan dalam bidang sains, namun sarana dan prasarana serta pengenalan hasil ilmu sains tersebut kurang didapatkan.

Kita sebut saja Pesantren Modern yang berada dalam naungan sebuah Yayasan yang notabenenya memiliki perlindungan hukum dari pemerintah. Tapi yang dikhawatirkan oleh kalangan konservatif (baca;pesantren tradisionil) adalah penekanan pola pembelajaran Barat yang perlahan-perlahan mengurangi jam pembelajaran bidang ilmu keagamaan dan menambah jam pelajaran untuk ilmu-ilmu umum lainnya. Dari segi budaya pun lambat laun sudah hilang dari permukaan, mungkin kita telah menyaksikan adanya Parade Band disebuah lembaga yang beratas namakan Islam. Kemudian dari cara berpakaian dan berperilaku pun lambat laun budaya Barat telah mengikis kultur Islam yang sesuai dengan ajaran Islam.
Secara ringkasnya, pesantren-pesantren tradisionil tersebut tak ingin adanya bentuk pengekangan dari pihak pemerintah yang terintimidasi oleh kepentingan orang-orang Barat untuk merusak Islam secara perlahan. Apakah Islam harus diatur oleh sebuah tatanan Negara? Bukankah dengan itu semua Islam semakin berkurang posisinya dimata umat Islam sebagai agama yang didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia?

Saya sendiri yag sekarang berdomisili di sebuah pesantren tradisionil mendapatkan pengajaran dari guru saya bahwa “tujuan adanya pesantren salafy adalah untuk menjaga tradisi para Ulama terdahulu danmengambil sesuatu hal yang baru yang lebih bermaslahat” dari pernyataan tersebut saya berpendapat bahwa golongan yang sangat fanatisme terhadap perkembangan zaman adalah golongan yang tidak mencermati teori ushul fiqih tersebut yang keluar dari ulama terdahulu.
Jika kita pernah mendengar Pondok Pesantren Manonjaya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, kita akan menemukan kurikulum sebuah pesantren yang telah kompleks dan sistematis tanpa mengacuhkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu dikarenakan telah diadakannya pengenalan manfaat dari menggunakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum untuk kemaslahatan umat Islam. Sehingga terciptanya Pesantren dengan basic “Salafy Technology”.

Semoga saja polemic umat islam tidak terus berlanjut dan menimbulkan perselisihan bahkan peperangan. Na’udzubillahi min dzaalik.

Wallahu a’lam bil shawab.

Selasa, 15 Desember 2009

mabrur_tugas 3

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]

Gejala dan komplikasi
Gejala-gejala utama AIDS.

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Rabu, 09 Desember 2009

Tips 2 hari ketiga

TIPS 2 HARI KETIGA

MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1

Bila alat pengaman “kondom” terus di publikasikan ke halayak banyak melalui segala media dengan embel-embel mencegah HIV/AIDS, apa jadinya dengan: a) moralitas masyarakat yang melihat promo kondom tersebut khususnya bagi anak-anak dan remaja, b) bertambahnya jumlah masyarakat yang melakukan free sex, c) akan munculnya presepsi masyarakat bahwa free sex sah-sah saja asal menggunakan kondom, d) meningkatnya tempat prostitusi dan kuantitas PSK, e) kebudayaan Indonesia yang menekankan kepada norma kesopanan.

“ Apa akibatnya bila moral masyarakat Indonesia sudah seperti hewan?” Jawab: peraturan Negara tak akan berguna dan dilaksanakan serta banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran asusila.
“ Apa akibatnya bila kuantitas pengguna free sex semakin banyak?” Jawab: semakin banyak penderita HIV/AIDS dan keutuhan Negara akan hancur dengan sendirinya.
“ Apa akibatnya bila free sex sudah dianggap halal?” Jawab: akan maraknya keluarga yang tak utuh dan hilangnya norma-norma yang menjadi esensi Negara Indonesia.
“ Apa akibatnya bila sarana dan prasarana prostitusi semakin meraja lela?” Jawab: akan semakin sedikit masyarakat yang datang ke tempat peribadatan untuk melaksanakan ritual ibadah, dan norma agama sudah tak diperhitungkan lagi.
“ Apa akibatnya bila norma Indonesia tak jauh berbeda dengan budaya Barat?” Jawab: maka tak akan ada lagi keteraturan kehidupan layaknya pada zaman jahiliyah yang lebih pada paham hedonisme.


MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2

HIV/AIDS tak bisa di cegah

Kenapa HIV/AIDS tak bisa di cegah? Jawab: karena HIV/AIDS virus yang di sebabkan oleh sering gunta-gantinya pasangan dalam berhubungan intim.
Kenapa sering terjadinya gunta-ganti pasangan dalam berhubungan intim? Jawab: Karena dorongan dari lingkungan yang menyediakan sarana dan prasarana prostitusi.
Kenapa sarana dan prasarana prostitusi semakin bertambah? Jawab: karena moralitas manusia yang telah lebih menekankan pada hedonisme; kenikmatan adalah segala-galanya.
Kenapa manusia banyak yang menganut paham hedonisme/ Jawab: karena manusia banyak yang menjauhkan diri dari agama, sehingga nafsu yang menjadi segala-galanya.
Kenapa nafsu dapat menjadi prioritas utama manusia? Jawab: karena manusia sudah tidak menggunakan akal pikirannya dalam menilai sesuatu.

Selasa, 08 Desember 2009

tips 2 hari kedua

TIPS 2 HARI KEDUA

MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1

Bila aku ketagihan internet, apa jadinya dengan: a) waktu untuk belajar, b) uang bekalku selama satu bulan, c) kepercayaan orang tua kepadaku terhadap uang bekal, d) waktu untuk bersosialisasi dengan teman satu asrama, e) eksistensiku di asrama.

“ Apa akibatnya bila waktu belajarku berkurang?” Jawab: aku akan semakin bodoh dan ketertinggalan dalam panguasaan ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku berlaku boros?” Jawab: aku akan memiliki banyak hutang untuk menutupi segala kekurangan biaya hidupku.
“ Apa akibatnya bila aku sudah tidak memberikanku bekal untuk hidupku di asrama?” Jawab: sengsaralah diriku.
“ Apa akibatnya bila aku kurang akrab dengan teman-teman asramaku?” Jawab: sulit untukku meminta bantuan dan aku akan merasa orang asing yang terkucilkan.
“ Apa akibatnya bila aku eksistensiku di asrama sudah tak dihiraukan lagi?” Jawab: aku tidak akan betah tinggal di asrama dan meski aku sakit sekalipun, tak akan ada yang akan memperhatikanku.


MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2

Aku ketagihan internet

Kenapa aku bisa ketagihan internet? Jawab: karena internet menyediakan banyak informasi yang aku butuhkan.
Kenapa banyak informasi di internet? Jawab: karena internet memberikan informasi dari seluruh belahan bumi.
Kenapa internet memberikan pelayanan berupa informasi dari segala belahan bumi? Jawab: karena permintaan manusia akan informasi yang terbaru dari segala belahan bumi agar manusia tak ketinggalan zaman.
Kenapa manusia tak ingin ketinggalan zaman? Jawab: karena manusia tak ingin kalah bersaing dengan manusia yang lainnya.
Kenapa manusia selalu bersaing dengan manusia yang lainnya? Jawab: karena manusia memiliki akal pikiran dan juga hawa nafsu yang memotorinya.

tips 2 hari pertama

MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 1

Bila aku sering bolos mengaji, apa jadinya dengan: a) ilmu agama yang akan didapatkan, b) sikap kiayi terhadapku, c) harapan orang tua, d) harapan masyarakat, e) tanggungjawabku dihadapan Allah SWT.

“ Apa akibatnya bila aku buta akan ilmu agama?” Jawab: Aku akan mengerjakan ibadah dengan sia-sia karena dilaksanakan tanpa ilmu.
“ Apa akibatnya bila aku tidak mendapatkan ridho dari kiyai?” Jawab: Ilmu agamaku tidak akan bermanfaat.
“ Apa akibatnya bila segala harapan orang tua tak dapat dilaksanakan?” Jawab: Tak akan ada lagi kepercayaan orang tua terhadap diriku.
“ Apa akibatnya bila aku tak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan harapan mereka?” Jawab: Aku hanya akan menjadi sampah masyarakat dan nama baik keluargaku akan tercoreng olehku.
“ Apa akibatnya bila Allah mempertanyakan akan waktu yang aku perbuat selama aku hidup di dunia?” Jawab: Tentu aku tak bisa mengelak dari siksa Allah SWT atas kelalaianku mempergunakan waktu.


MASALAH
TEKNIK PENGEMBANGAN 2

Aku malas untuk mengaji

Kenapa aku malas mengaji? Jawab: karena selalu bangun telat untuk mengaji.
Kenapa aku selalu bangun telat? Jawab: karena aku selalu tidur pukul 1 pagi.
Kenapa tidur tidur pukul 1 pagi? Jawab: Karena selalu banyak teman dikamarku.
Kenapa selalu banyak teman dikamarku? Jawab: karena dikamarku ada televisi.
Kenapa dikamarku ada televisi? Jawab: karena aku memerlukan informasi dan hiburan.